logo banner honai/home page


EKOLOGI KAMORO - BAB III.

© Kal Muller, 2004. (English version)


01. Di pagi hari beberapa kelompok wanita berangkat untuk mengumpulkan bahan-bahan alam di dalam hutan bakau. Terkadang mereka ditemani oleh para suami atau seorang kerabat pria, tetapi umumnya penduduk wanita tersebut pergi sendiri. Kayu bakar, kepiting dan kerang-kerangan merupakan penghasil utama dari “swalayan” hutan bakau.

02. Sedikit di luar Desa Atuka, sentra pegunungan pulau ini nampak menjulang menepis kabut pada hari-hari yang cerah. Gunung-gunung berlereng terjal menjulang tinggi dari sentra dataran pegunungan hingga 40 sampai 50 km di sebelah barat Atuka. Sedikit sekali penduduk Kamoro menyempatkan pergi ke kaki lereng gunung-gunung tersebut, karena bahan makanan utama mereka yang berasal dari laut, hutan bakau dan hutan tropis sudah cukup berlimpah.

03. Seorang pembeli di Atuka menunjang industri gubug yang lumayan besar yang membuat sapu-sapu yang sederhana dari tulang tengah daun phon kelapa, dan dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai sapu lidi. Para pembeli membayar Rp.500 untuk tiap sapu dan menjualnya di Timika seharga Rp.1,000. Kelapa diperoleh di desa-desa seharga Rp.500 per buah dan dijual dalam jumlah besar di Timika mulau dari Rp1,000 sampai Rp.1,500.

04. Remaja pria berpakaian baru yang berkilau untuk pergi ke karapae atau upacara pentahbisan/perkenalan di Desa Atuka. Bulu-bulu yang dipakai diperoleh dari Burung Cnederawasih yang diburu oleh penduduk Kamoro.

05. Sula Leucogaster, atau Brown Booby adalah pengunjung langka ke pantai-pantai Kamoro di tepi Laut Arafura. Hewan ini tertangkap di pantai dan nistyaya, seperti nasib burung-burung besar lainnya akan menjadi santapan yang lezat.

06. Perkampungan-perkampungan sementara yang berada di pantai Desa Atuka hanya memberi perlindungan minimal terhadap cuaca. Di dekatnya terdapat lahan memancing yang baik sekali. Jarang sekali ada keberatan dari mereka yang memiliki tanah Atuka ini, karena mereka mempunyai rasa persaudaraan dan bersahabat dengan penduduk Kamoro yang datang untuk ber-kapiri kame.




  © Copyright UNIPA - ANU - UNCEN PapuaWeb Project, 2004.

honai/home page