logo banner honai/home page


EKOLOGI KAMORO - BAB X.

© Kal Muller, 2004. (English version)


01. Seekor buaya air tawar di tepi sungai Iwaka bagian hulu tak jauh dari desa dengan nama yang sama. Jenis hewan ini yang ditemukan di daerah pantai selatan, mungkin merupakan jenis baru, karena berbeda dari jenis crocodylus novaeguinensis yang hidup di utara. Para Kamoro kadang-kadang berburu buaya pada waktu malam dengan menggunakan obor.

02. sama dgn 01.

03. Seekor buaya raksasa yang baru dibunuh pada tengah hari (suatu hal yang jarang dilakukan) di dalam daerah perbatasan tanggul bagian timur sungai Aikwa. Hewan tersebut dilumpuhkan karena tertimpa luapan sedimentasi mendadak yang berasal dari danau Wanagon di daerah pegunungan. Walaupun daging buaya jenis ini cukup lezat, namun alot karena usia hewan sudah agak lanjut. Daging buaya yang masih muda biasanya empuk sekali. Jenis buaya ini adalah buaya air asin atau Crocodylus Porosus.

04. sama dgn 03.

05. Jenis kura-kura/penyu berumah empuk bernama Bibron Soft Shell Turtle, merupakan hewan air tawar yang biasanya hidup di lokasi berbatasan dengan laut. Nama aslinya adalah Pelochelys bibroni. Hewan ini baru dibunuh tidak lama sebelum kami tiba di desa Atuka. Menurut informasi yang kami peroleh dari buku tentang hewan ini, di atas rumahnya seharusnya terdapat gambar pita lebar berwarna putih. Mungkin pada kura-kura ini warna pita tersebut telah mulai terhapus atau pudar. Penduduk Kamoro menyebutnya taparo.

06. Hewan penyu/kura-kura ini selain bernama Penyu Berhidung Babi atau "Pig-nosed Turtle", juga dikenal dengan nama "Fly River Turtle" dan Caretochelys Insculpta. Untuk masa yang lama jenis ini diduga hanya terdapat di daerah pantai selatan Papua, tetapi menurut penemuan terakhir ternyata jenis ini juga hidup di bagian paling utara benua Australia.

07. Penyu/kura-kura berperut merah ini, atau Emycura subglobosse, hanya ditemukan di dalam sungai-sungai di daerah pedalaman. Pada masa lampau jenis ini katanya banyak membantu penduduk leluhur penduduk desa Iwaka, sehingga dengan demikian hewan ini menjadi tabu atau dilarang untuk dimakan orang. Sayang sekali larangan tersebut tak berlaku lagi.

08. Amerthystine Python, atau Moreda amerhistine. Ini adalah jenis ular yang keberadaannya tersebar ke seluruh pulau Papua. Karena kemampuan adaptasi dengan lingkungannya cepat sekali habitatnya bisa ditemukan dimana-mana. Ular ini tertangkap dekat desa pantai Kekwa dimana konon jenis ular umumnya ditemukan.

09. Brown Cat Snake atau Ular Kucing Cokelat, atau Boiga irregularis, adalah penghuni daerah rawa/paya di hutan bakau. Tetapi dia juga merasa aman hidup di hutan tropis sampai di bagian kaki lembah. Ular ini sangat tertarik pada lingkungan taman-taman yang diolah manusia. Sewaktu-waktu bisa berkelakuan sangat agresif bila diganggu/diusik oleh manusia.

10. Ular berperut warna putih, Fordonia leukoballa, suka mendiami lubang-lubang tempat hunian kepiting, setelah penghuni dimakan dulu olehnya. Jenis ular ini adalah ular air asin tetapi memiliki kemampuan adaptasi yang cepat dengan lingkungan baru, satu sifat yang perlu dimiliki bila ingin bertahan hidup di dalam air laut.

11. Bagi penduduk Kamoro yang bertempat tinggal di daerah tepi laut, jenis hewan biawak yang paling lazim dan bertubuh besar adalah Mangrove Monitor, atau Varanus indicus. Dagingnya digemari sekali sebagai makanan dan kulitnya berguna karena bisa diolah menjadi bahan penutup gendang. Masih dapat serangkaian jenis biawak lain yang hidup di daerah tersebut termasuk Varanus salvador yang diperkirakan menjadi biawak bertubuh terbesar di seluruh dunia.

12. Bagi penduduk Kamoro yang bertempat tinggal di daerah tepi laut, jenis hewan yang paling lazim dan bertubuh besar adalah Mangrove Monitor, atau Varanus indicus. Dagingnya digemari sekali sebagai makanan dan kulitnya dimanfaatkan sebagai bahan penutup gendang. Masih terdapat serangkaian jenis biawak lain yang hidup di daerah tersebut, termasuk Varanus salvador yang diperkirakan menjadi biawak bertubuh terbesar di seluruh dunia. Biawak-biawak yang terlihat pada gambar ini semua diikat satu sama lain sebelum dibunuh untuk dimakan.

13. Hypsilus auritus yang masih berhubungan keluarga dengan jenis agamids berasal dari Australia adalah jenis biawak yang lazim ditemukan di bagian selatan Papua. Menurut penduduk Kamoro mereka selalu menangkap jenis biawak ini pada malam bulan purnama untuk dimakan.

14. Buaya air asin terjerat dalam jala seorang nelayan Kamoro di muara sungai Aikwa. Hewan-hewan bertubuh besar seperti ini tidak lazim ditemukan, tetapi di dalam sepuluh atau duapuluh tahun ke depan kemunculan mereka diperkirakan akan bertambah sering karena perburuan jenisnya untuk tujuan komersial telah dilarang, selain tidak ada pasar lokal untuk kulitnya.

15. Buaya air asin terjerat dalam jala seorang nelayan Kamoro di muara sungai Aikwa. Hewan-hewan bertubuh besar seperti yang ini tidak lazim ditemukan tetapi di dalam sepuluh atau duapuluh tahun ke depan jumlah kemunculanmereka diperkirakan akan bertambah sering karena perburuan jenisnya untuk tujuan komersial telah dilarang selain tidak ada pasar lokal untuk kulitnya.




  © Copyright UNIPA - ANU - UNCEN PapuaWeb Project, 2004.

honai/home page