logo Undang-2, dll. - Papuaweb - Laws, etc. honai/home page

UU 19/2007 (Kabupaten Mamberamo Raya)


UU 19-2007
Direktorat Jenderal
Peraturan Perundang-undangan
Departemen Hukum dan HAM RI

Teks tidak dalam format asli.


LEMBARAN NEGARA
REPUBLIK INDONESIA


No. 44, 2007(Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4709)


UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 19 TAHUN 2007
TENTANG
PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA
DI PROVINSI PAPUA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,


Menimbang: a. bahwa untuk memacu perkembangan dan kemajuan Provinsi Papua pada
umumnya dan Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen pada khususnya, serta adanya
aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, dipandang perlu meningkatkan
penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan publik guna
mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat;
b. bahwa dengan memperhatikan kemampuan ekonomi, potensi daerah, luas wilayah,
kependudukan dan pertimbangan dari aspek sosial politik, sosial budaya,
pertahanan dan keamanan serta meningkatnya beban tugas serta volume kerja di
bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi dan
Kabupaten Waropen, dipandang perlu membentuk Kabupaten Mamberamo Raya di wilayah
Provinsi Papua;
c. bahwa pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya diharapkan akan dapat mendorong
peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan,
serta memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b,
dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undang tentang Pembentukan Kabupaten
Mamberamo Raya di Provinsi Papua;


Mengingat:     1. Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, Pasal 20 dan Pasal 21
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Propinsi Otonom Irian
Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Propinsi Irian Barat (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 2907);
3. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 135, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4151);
4. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi,
Kabupaten Keerom, Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten
Pegunungan Bintang, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen,
Kabupaten Kaimana, Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat,
Kabupaten Teluk Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4245);
5. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 37, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4277);
6. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan Majelis
Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah dan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003
Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4310);
7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
8. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun
2004 tentang Pemerintahan Daerah Menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4548);
9. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);


Dengan Persetujuan Bersama
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
dan
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

MEMUTUSKAN:


Menetapkan:   UNDANG-UNDANG TENTANG PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA DI
PROVINSI PAPUA.


BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1
Dalam Undang-undang ini yang dimaksud dengan:

1. Pemerintah pusat, selanjutnya disebut Pemerintah, adalah Presiden Republik
Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia
sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945.
2. Daerah otonom, selanjutnya disebut daerah, adalah kesatuan masyarakat hukum
yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Provinsi Papua adalah Provinsi Irian Barat sebagaimana dimaksud dalam
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1969 tentang Pembentukan Provinsi Otonom Irian
Barat dan Kabupaten-Kabupaten Otonom di Provinsi Irian Barat (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 2907) jo. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi
Khusus bagi Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor
135, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4151).
4. Kabupaten Sarmi adalah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom,
Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang,
Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana,
Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk
Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4245), yang merupakan kabupaten asal Kabupaten Mamberamo Raya.
5. Kabupaten Waropen adalah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang
Nomor 26 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom,
Kabupaten Sorong Selatan, Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Pegunungan Bintang,
Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Tolikara, Kabupaten Waropen, Kabupaten Kaimana,
Kabupaten Boven Digoel, Kabupaten Mappi, Kabupaten Asmat, Kabupaten Teluk
Bintuni, dan Kabupaten Teluk Wondama di Provinsi Papua (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2002 Nomor 129, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4245).


BAB II
PEMBENTUKAN, BATAS WILAYAH,
DAN IBU KOTA

Bagian Kesatu
Pembentukan

Pasal 2
Dengan Undang-Undang ini dibentuk Kabupaten Mamberamo Raya di wilayah Provinsi
Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Pasal 3
Kabupaten Mamberamo Raya berasal dari:

a. sebagian wilayah Kabupaten Sarmi yang terdiri atas cakupan wilayah Distrik
Mamberamo Tengah, Distrik Mamberamo Hulu, Distrik Rufaer, Distrik Mamberamo
Tengah Timur, Distrik Mamberamo Hilir; dan
b. sebagian wilayah Kabupaten Waropen yang terdiri atas cakupan wilayah Distrik
Waropen Atas, Distrik Benuki, dan Distrik Sawai.


Pasal 4
Dengan terbentuknya Kabupaten Mamberamo Raya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal
2, wilayah Kabupaten Sarmi dikurangi dengan wilayah Kabupaten Mamberamo Raya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a dan wilayah Kabupaten Waropen
dikurangi dengan wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 3 huruf b.


Bagian Kedua
Batas Wilayah

Pasal 5
(1) Kabupaten Mamberamo Raya mempunyai batas-batas wilayah:

a. sebelah utara berbatasan dengan Samudera Pasifik;
b. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sarmi;

c. sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten
Tolikara; dan
d. sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Waropen dan Kabupaten Yapen.
(2) Batas wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan dalam peta
wilayah yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.
(3) Cakupan wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, digambarkan dalam peta
wilayah, yang merupakan wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana tercantum
dalam lampiran Undang-Undang ini.
(4) Batas cakupan wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan wilayah yang
terdapat dalam batas-batas tersebut digambarkan dalam peta wilayah, yang
merupakan wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana tercantum dalam lampiran
Undang-Undang ini dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Undang-Undang ini.
(5) Penentuan batas wilayah Kabupaten Mamberamo Raya secara pasti di lapangan,
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan oleh Menteri Dalam
Negeri.
(6) Ketentuan lebih lanjut mengenai penentuan batas wilayah secara pasti di
lapangan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri.


Pasal 6
(1) Dengan terbentuknya Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 2, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya menetapkan Rencana Tata Ruang
Wilayah sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilakukan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional dan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Papua serta memperhatikan
Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota di sekitarnya.


Bagian Ketiga
Ibu Kota

Pasal 7
Ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya berkedudukan di Burmeso.


BAB III
URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH

Pasal 8
(1) Urusan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan Kabupaten Mamberamo Raya
mencakup urusan wajib dan urusan pilihan sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan.
(2) Urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo
Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a. perencanaan dan pengendalian pembangunan;
b. perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang;
c. penyelenggaraan ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat;
d. penyediaan sarana dan prasarana umum;
e. penanganan bidang kesehatan;
f. penyelenggaraan pendidikan;
g. penanggulangan masalah sosial;
h. pelayanan bidang ketenagakerjaan;
i. fasilitasi pembangunan koperasi, usaha kecil dan menengah;
j. pengendalian lingkungan hidup;
k. pelayanan pertanahan;
l. pelayanan kependudukan, dan pencatatan sipil;
m. pelayanan administrasi umum pemerintahan;
n. pelayanan administrasi penanaman modal;
o. penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya; dan
p. urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan.
(3) Urusan pilihan yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo
Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi urusan pemerintahan yang secara
nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai
dengan kondisi, kekhasan, dan potensi unggulan daerah yang bersangkutan.


BAB IV
PEMERINTAHAN DAERAH

Bagian Kesatu
Peresmian Daerah Otonom Baru
dan
Penjabat Kepala Daerah

Pasal 9
Peresmian Kabupaten Mamberamo Raya dan pelantikan Penjabat Bupati Mamberamo Raya
dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden paling lambat 6 (enam)
bulan setelah Undang-Undang ini diundangkan.


Bagian Kedua
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Pasal 10
(1) Pengisian keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamberamo
Raya untuk pertama kali dilakukan dengan cara penetapan berdasarkan perimbangan
hasil perolehan suara partai politik peserta Pemilihan Umum Tahun 2004 yang
dilaksanakan di Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen.
(2) Jumlah dan tata cara pengisian keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Mamberamo Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
(3) Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarmi yang asal daerah
pemilihannya pada Pemilihan Umum Tahun 2004 terbagi ke dalam wilayah Kabupaten
Sarmi dan Kabupaten Mamberamo Raya, dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Waropen yang asal daerah pemilihannya pada Pemilihan Umum Tahun 2004
terbagi ke dalam wilayah Kabupaten Waropen dan Kabupaten Mamberamo Raya sebagai
akibat dari Undang-Undang ini, yang bersangkutan dapat memilih untuk mengisi
keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamberamo Raya atau tetap
pada keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarmi dan Kabupaten
Waropen.
(4) Penetapan keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Mamberamo
Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat (3) dilakukan oleh
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen.
(5) Peresmian pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
Mamberamo Raya dilaksanakan paling lambat 6 (enam) bulan setelah pelantikan
Penjabat Bupati Mamberamo Raya.


Bagian Ketiga
Pemerintah Daerah

Pasal 11
(1) Untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Mamberamo Raya
dipilih dan disahkan Bupati dan Wakil Bupati, sesuai dengan peraturan
perundang-undangan, paling lama 1 (satu) tahun sejak terbentuknya Kabupaten
Mamberamo Raya.
(2) Sebelum terpilihnya Bupati dan Wakil Bupati definitif sebagaimana dimaksud
pada ayat (1), untuk pertama kalinya Penjabat Bupati diangkat dan dilantik oleh
Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden berdasarkan usul Gubernur dari pegawai
negeri sipil dengan masa jabatan paling lama 1 (satu) tahun.
(3) Menteri Dalam Negeri dapat menunjuk Gubernur Papua untuk melantik Penjabat
Bupati Mamberamo Raya.
(4) Pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah yang memiliki
kemampuan dan pengalaman jabatan di bidang pemerintahan serta memenuhi
persyaratan untuk menduduki jabatan itu sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.
(5) Apabila dalam waktu 1 (satu) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (2) belum
terpilih dan belum dilantik Bupati definitif, Menteri Dalam Negeri dapat
mengangkat kembali Penjabat Bupati untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya
paling lama 1 (satu) tahun atau menggantinya dengan penjabat lain sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.
(6) Gubernur melakukan pembinaan, pengawasan, evaluasi dan fasilitasi terhadap
kinerja Penjabat Bupati dalam melaksanakan tugas pemerintahan, proses pengisian
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan pemilihan Bupati/Wakil Bupati.


Pasal 12
Untuk pertama kali pembiayaan pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati
Mamberamo Raya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 ayat (1) dibebankan kepada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Memberamo Raya dengan dukungan
dana dari:
a. Kabupaten Sarmi sebesar Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah);

b. Kabupaten Waropen sebesar Rp2.500.000.000 (dua miliar lima ratus juta
rupiah); dan
c. Provinsi Papua sebesar Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah).


Pasal 13
(1) Untuk menyelenggarakan pemerintahan di Kabupaten Mamberamo Raya dibentuk
perangkat daerah yang meliputi Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis Daerah, serta unsur perangkat daerah
yang lain dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah sesuai
dengan peraturan perundang-undangan.
(2) Perangkat daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) telah dibentuk oleh
Penjabat Bupati paling lama 6 (enam) bulan sejak tanggal pelantikan.


BAB V
PERSONEL, ASET DAN DOKUMEN

Pasal 14
(1) Bupati Sarmi dan Bupati Waropen bersama Penjabat Bupati Mamberamo Raya
menginventarisasi, mengatur, dan melaksanakan pemindahan personel, penyerahan
aset, serta dokumen kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya.
(2) Pemindahan personel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling
lambat 6 (enam) bulan sejak pelantikan Penjabat Bupati.
(3) Penyerahan aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan
paling lambat 3 (tiga) tahun sejak pelantikan Penjabat Bupati.
(4) Personel sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) meliputi pegawai
negeri sipil yang karena tugas dan kemampuannya diperlukan oleh Kabupaten
Mamberamo Raya.
(5) Gubernur Papua memfasilitasi pemindahan personel, penyerahan aset, dan
dokumen kepada Kabupaten Mamberamo Raya.
(6) Gaji dan tunjangan pegawai negeri sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (4)
selama belum ditetapkannya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten
Mamberamo Raya dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja dari asal satuan
kerja personel yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(7) Aset dan dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (3), meliputi:
a. barang milik/dikuasai yang bergerak dan tidak bergerak dan/atau dimanfaatkan
oleh Pemerintah Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen yang berada dalam
wilayah Kabupaten Mamberamo Raya;
b. Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen
yang kedudukan, kegiatan, dan lokasinya berada di Kabupaten Mamberamo Raya;
c. utang piutang Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen yang kegunaannya
untuk Kabupaten Mamberamo Raya menjadi tanggung jawab Kabupaten Mamberamo Raya;
dan
d. dokumen dan arsip yang karena sifatnya diperlukan oleh Kabupaten Mamberamo
Raya.
(8) Dalam hal penyerahan dan pemindahan aset serta dokumen sebagaimana dimaksud
pada ayat (7) tidak dilaksanakan oleh Bupati Sarmi dan/atau Bupati Waropen,
Gubernur Papua selaku wakil Pemerintah wajib menyelesaikannya.
(9) Pelaksanaan pemindahan personel dan penyerahan aset serta dokumen
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dilaporkan oleh Gubernur Papua kepada
Menteri Dalam Negeri.


BAB VI
PENDAPATAN, ALOKASI DANA PERIMBANGAN,
HIBAH DAN BANTUAN DANA

Pasal 15
(1) Kabupaten Mamberamo Raya berhak mendapatkan alokasi dana perimbangan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan mengenai dana perimbangan antara Pemerintah
dan pemerintahan daerah.
(2) Dalam dana perimbangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah
mengalokasikan dana alokasi khusus prasarana pemerintahan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan.


Pasal 16
(1) Pemerintah Kabupaten Sarmi sesuai kesanggupannya memberikan hibah berupa
uang untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Mamberamo
Raya sebesar Rp12.000.000.000 (dua belas miliar rupiah) setiap tahun selama 3
(tiga) tahun berturut-turut, dan Kabupaten Waropen sesuai kesanggupannya
memberikan hibah berupa uang untuk menunjang kegiatan penyelenggaraan
pemerintahan Kabupaten Mamberamo Raya sebesar Rp9.000.000.000 (sembilan miliar
rupiah) setiap tahun selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.
(2) Pemerintah Provinsi Papua memberikan bantuan dana untuk menunjang kegiatan
penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Mamberamo Raya sebesar Rp2.000.000.000
(dua miliar rupiah) setiap tahun selama 3 (tiga) tahun berturut-turut.
(3) Hibah dan bantuan dana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
dimulai sejak pelantikan Penjabat Bupati Mamberamo Raya.
(4) Apabila Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen tidak memenuhi
kesanggupannya memberikan hibah sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) Pemerintah mengurangi penerimaan dana alokasi umum dari Kabupaten Sarmi
dan/atau Kabupaten Waropen untuk diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo
Raya.
(5) Apabila Provinsi Papua tidak memenuhi kesanggupannya memberikan bantuan dana
sesuai ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Pemerintah mengurangi
penerimaan dana alokasi umum dari Provinsi Papua untuk diberikan kepada
Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya.
(6) Penjabat Bupati Mamberamo Raya menyampaikan realisasi penggunaan hibah
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Bupati Sarmi dan Bupati Waropen.
(7) Penjabat Bupati Mamberamo Raya menyampaikan laporan pertanggungjawaban
realisasi penggunaan dana hibah dan dana bantuan sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) dan ayat (2) kepada Gubernur Papua.


Pasal 17
Penjabat Bupati Mamberamo Raya berkewajiban melakukan penatausahaan keuangan
daerah sesuai peraturan perundang-undangan.


BAB VII
PEMBINAAN

Pasal 18
(1) Untuk mengefektifkan penyelenggaraan pemerintahan daerah, Pemerintah dan
Pemerintah Provinsi Papua melakukan pembinaan dan fasilitasi secara khusus
terhadap Kabupaten Mamberamo Raya dalam waktu 3 (tiga) tahun sejak diresmikan.
(2) Setelah 5 (lima) tahun sejak diresmikan, Pemerintah bersama Gubernur
Provinsi Papua melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemerintahan
Kabupaten Mamberamo Raya.
(3) Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dijadikan acuan kebijakan
lebih lanjut oleh Pemerintah dan Gubernur Papua sesuai dengan peraturan
perundang-undangan.


BAB VIII
KETENTUAN PERALIHAN

Pasal 19
(1) Sebelum terbentuknya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Penjabat Bupati
Mamberamo Raya menyusun Rancangan Peraturan Bupati tentang Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah Kabupaten Mamberamo Raya untuk tahun anggaran berikutnya.
(2) Rancangan Peraturan Bupati Mamberamo Raya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan setelah disahkan oleh Gubernur Papua.
(3) Proses pengesahan dan penetapan Peraturan Bupati Mamberamo Raya sebagaimana
dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Pasal 20
(1) Sebelum Kabupaten Mamberamo Raya menetapkan Peraturan Daerah dan Peraturan
Bupati sebagai pelaksanaan Undang-Undang ini, semua Peraturan Daerah dan
Peraturan Bupati Sarmi dan/atau Peraturan Bupati Waropen tetap berlaku dan
dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya.
(2) Semua Peraturan Daerah Kabupaten Sarmi dan/atau Peraturan Daerah Kabupaten
Waropen, Peraturan dan Keputusan Bupati Sarmi dan/atau Peraturan dan Keputusan
Bupati Waropen yang selama ini berlaku di Kabupaten Mamberamo Raya harus
disesuaikan dengan Undang-Undang ini.


BAB IX
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 21
Pada saat berlakunya Undang-Undang ini, semua ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan yang berkaitan dengan Kabupaten Mamberamo Raya disesuaikan
dengan Undang-Undang ini.


Pasal 22
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan sebagai pelaksanaan Undang-Undang ini,
diatur sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Pasal 23
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Undang-Undang ini
dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.


Disahkan di Jakarta
pada tanggal
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Diundangkan di Jakarta
pada tanggal
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA,
REPUBLIK INDONESIA

HAMID AWALUDIN




TAMBAHAN
LEMBARAN NEGARA RI


      No. 4709(Penjelasan Atas Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 44)


PENJELASAN
ATAS
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA
NOMOR TAHUN 2007
TENTANG
PEMBENTUKAN KABUPATEN MAMBERAMO RAYA
DI PROVINSI PAPUA

I. UMUM


Provinsi Papua yang memiliki luas wilayah ± 309.934,40 km˛ dengan penduduk pada
Tahun 2005 berjumlah ± 1. 841.548 jiwa terdiri atas 19 (sembilan belas)
kabupaten dan 1 (satu) kota, perlu memacu peningkatan penyelenggaraan
pemerintahan dalam rangka memperkukuh Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kabupaten Sarmi yang mempunyai luas wilayah 35.589 km˛ dengan jumlah penduduk
pada tahun 2005 berjumlah 31.383 jiwa. Kabupaten Waropen yang mempunyai luas
wilayah 16.944 km˛ dengan jumlah penduduk pada tahun 2005 berjumlah 21.503 jiwa.
Kabupaten ini memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung
peningkatan penyelenggaraan pemerintahan.
Dengan luas wilayah dan besarnya jumlah penduduk seperti tersebut di atas,
pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat belum sepenuhnya
terjangkau. Kondisi demikian perlu diatasi dengan memperpendek rentang kendali
pemerintahan melalui pembentukan daerah otonom baru sehingga pelayanan publik
dapat ditingkatkan guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya dengan memperhatikan aspirasi masyarakat yang dituangkan dalam Surat
Bupati Sarmi kepada Gubernur Papua Nomor 136/143/2003 pada tanggal 22 Oktober
2003 Perihal Persetujuan Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya, Keputusan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarmi Nomor 05/KPTS/DPRD-SARMI/PIMP/2005
tanggal 12 September 2005 tentang Persetujuan Pembentukan Kabupaten Mamberamo
Raya, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarmi Nomor
06/KPTS/DPRD-SARMI/PIMP/2005 tanggal 12 September 2005 tentang Persetujuan Ibu
kota Kabupaten Mamberamo Raya, Rekomendasi Bupati Waropen Nomor 136/125/SET pada
tanggal 26 Oktober 2003 Tentang Dukungan Terhadap Usul Pemekaran Wilayah
Mamberamo Raya, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Waropen Nomor
268/KPTS/PIMP/DPRD-WRP/2005 tanggal 15 September 2005 tentang Persetujuan
Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya, Surat Gubernur Provinsi Papua kepada
Menteri Dalam Negeri pada tanggal 15 Desember 2003 Nomor 135/4692/SET Perihal
Usul Pembentukan/Pemekaran Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua, Keputusan
Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Papua Nomor 17/PIM-DPRD/2003
tanggal 4 Desember 2003 Tentang Dukungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi
Papua Terhadap Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya di Provinsi Papua, Keputusan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Waropen Nomor 022/SK/-Kt/WRP/2007
tanggal 30 Januari 2007 tentang Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kabupaten Waropen Memberikan Dukungan Dana Hibah Penyelenggaraan Pemerintahan
Selama 3 (tiga) Tahun Berturut-turut dan Pembiayaan Pilkada Pertama Kali Bagi
Kabupaten Mamberamo Raya, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten
Sarmi Nomor 03/KPTS/DPRD-SARMI/PIMP/2007 tanggal 30 Januari 2007 tentang
Persetujuan Kabupaten Sarmi Memberikan Dukungan Dana Hibah Penyelenggaraan
Pemerintahan Selama 3 (tiga) Tahun Berturut-turut dan Pembiayaan Pilkada Pertama
Kali Bagi Kabupaten Mamberamo Raya, Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Papua
Nomor 02/PIM-DPRP/2007 tanggal 2 Februari 2007 tentang Bantuan Dana Dalam
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Papua Untuk Penyelenggaraan
Pemerintahan dan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Pertama Bagi Calon
Kabupaten Mamberamo Raya, dan Keputusan Gubernur Provinsi Papua Nomor 11 Tahun
2007 tanggal 2 Februari 2007 tentang Pemberian Bantuan Dana Dalam Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Papua Untuk Penyelenggaraan Pemerintahan
dan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Pertama Bagi Calon Kabupaten Mamberamo
Raya.
Berdasarkan hal tersebut Pemerintah telah melakukan kajian secara mendalam dan
menyeluruh mengenai kelayakan pembentukan daerah dan berkesimpulan bahwa
Pemerintah perlu membentuk Kabupaten Mamberamo Raya.
Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarmi
yang terdiri atas 5 (lima) distrik, yaitu Distrik Mamberamo Hulu, Distrik
Mamberamo Tengah, Distrik Mamberamo Tengah Timur, Distrik Mamberamo Hilir,
Distrik Rufaer dan Kabupaten Waropen yang terdiri atas 3 (tiga) distrik, yaitu
Distrik Waropen Atas, Distrik Sawai dan Distrik Benuki. Kabupaten Mamberamo Raya
memiliki luas wilayah keseluruhan ± 23.813,91 km˛ dengan jumlah penduduk ±
23.926 jiwa pada tahun 2006. Berdasarkan Surat Gubernur Papua Nomor 155/078/SET
tanggal 9 Januari 2007 perihal Laporan Rapat Koordinasi dalam Rangka Percepatan
Pembentukan Kabupaten Mamberamo Raya, dalam lampiran surat dinyatakan sesuai
dengan permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten Sarmi, untuk menjadikan
satu-satunya Kabupaten Induk bagi Kabupaten Mamberamo Raya, maka Pemerintah
Daerah Kabupaten Waropen telah menyetujui permintaan Pemerintah Daerah Kabupaten
Sarmi untuk menjadi satu-satunya Kabupaten Induk bagi Kabupaten Mamberamo Raya.
Dengan terbentuknya Kabupaten Mamberamo Raya sebagai daerah otonom, Pemerintah
Provinsi Papua berkewajiban membantu dan memfasilitasi terbentuknya kelembagaan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan perangkat daerah yang efisien dan efektif
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, serta membantu dan memfasilitasi
pemindahan personel, pengalihan aset dan dokumen untuk kepentingan
penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik
dan mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Mamberamo
Raya.
Dalam melaksanakan otonomi daerah, Kabupaten Mamberamo Raya perlu melakukan
berbagai upaya peningkatan kemampuan ekonomi, penyiapan sarana dan prasarana
pemerintahan, pemberdayaan, dan peningkatan sumber daya manusia, serta
pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

II. PASAL DEMI PASAL

Pasal 1

Cukup jelas

Pasal 2

Cukup jelas

Pasal 3

Cukup jelas

Pasal 4

Cukup jelas

Pasal 5

Ayat (1)

Cukup jelas
Ayat (2)

Cukup jelas
Ayat (3)

Lampiran peta cakupan wilayah digambarkan dengan skala 1:50.000.
Ayat (4)

Cukup jelas
Ayat (5)

Cukup jelas
Ayat (6)

Cukup jelas

Pasal 6

Ayat (1)

Cukup jelas
Ayat (2)

Dalam rangka pengembangan Kabupaten Mamberamo Raya khususnya guna perencanaan
dan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan
masyarakat pada masa yang akan datang, serta pengembangan sarana dan prasarana
pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, diperlukan adanya kesatuan
perencanaan pembangunan. Untuk itu Tata Ruang Wilayah Kabupaten Mamberamo Raya
harus benar-benar serasi dan terpadu penyusunannya dalam satu kesatuan sistem
Rencana Tata Ruang Wilayah yang terpadu dengan Tata Ruang Nasional, Provinsi dan
Kabupaten/Kota.

Pasal 7

Burmeso sebagai Ibu Kota Kabupaten Mamberamo Raya berada di Distrik Mamberamo
Tengah.

Pasal 8

Cukup jelas

Pasal 9

Peresmian kabupaten dan pelantikan Penjabat Bupati dapat dilakukan secara
bersamaan dan pelaksanaannya dapat bertempat di ibu kota negara, atau ibu kota
provinsi, atau ibu kota kabupaten.

Pasal 10

Cukup jelas

Pasal 11

Ayat (1)

Cukup jelas
Ayat (2)

Penjabat Bupati Mamberamo Raya diusulkan oleh Gubernur Papua dengan pertimbangan
Bupati Sarmi dan Bupati Waropen.
Ayat (3)

Cukup jelas
Ayat (4)

Cukup jelas
Ayat (5)

Cukup jelas
Ayat (6)

Cukup jelas.

Pasal 12

Pembebanan biaya pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya
kepada APBD Provinsi Papua, APBD Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen
dilaksanakan secara proporsional sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing
daerah, sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Percepatan Pembentukan Kabupaten
Mamberamo Raya pada tanggal 5 Januari 2007, yang hasil Berita Acaranya
ditandatangani oleh Wakil Bupati Kabupaten Sarmi, Bupati Kabupaten Waropen,
Ketua DPRD Kabupaten Sarmi, Ketua DPRD Kabupetan Waropen, Ketua DPRP dan
Gubernur Papua.

Pasal 13

Cukup jelas

Pasal 14

Ayat (1)

Cukup jelas
Ayat (2)

Cukup jelas
Ayat (3)

Cukup jelas
Ayat (4)

Cukup jelas
Ayat (5)

Untuk mencapai daya guna dan hasil guna penyelenggaraan pemerintahan,
pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan, digunakan pegawai, tanah,
gedung perkantoran dan perlengkapannya, serta fasilitas pelayanan umum yang
telah ada selama ini dalam pelaksanaan tugas Pemerintah Kabupaten Sarmi dan
Kabupaten Waropen dalam wilayah Kabupaten Mamberamo Raya.
Dalam rangka tertib administrasi, diperlukan tindakan hukum berupa penyerahan
personel, aset, dan dokumen dari Pemerintah Kabupaten Sarmi dan Kabupaten
Waropen kepada Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya.
Demikian pula BUMD Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen yang berkedudukan,
kegiatan, dan lokasinya berada di Kabupaten Mamberamo Raya, untuk mencapai daya
guna dan hasil guna dalam penyelenggaraannya, jika dianggap perlu, diserahkan
oleh Pemerintah Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen kepada Pemerintah
Kabupaten Mamberamo Raya.
Dalam hal BUMD yang pelayanan/kegiatan operasionalnya mencakup kabupaten Sarmi
dan/atau Kabupaten Waropen dan kabupaten Mamberamo Raya, pemerintah daerah yang
bersangkutan melakukan kerja sama.
Begitu juga utang piutang yang penggunaannya untuk Kabupaten Mamberamo Raya
diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Sarmi dan/atau Kabupaten Waropen kepada
Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya. Berkenaan dengan pengaturan penyerahan
tersebut, dibuatkan daftar inventaris.
Ayat (6)

Cukup jelas
Ayat (7)

Cukup jelas
Ayat (8)

Cukup jelas
Ayat (9)

Cukup jelas

Pasal 15

Cukup jelas

Pasal 16

Ayat (1)

Yang dimaksud dengan "hibah" adalah pemberian sejumlah uang yang besarnya
didasarkan pada Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarmi Nomor
03/KPTS/DPRD-SARMI/PIMP/2007 tanggal 30 Januari 2007 dan Keputusan Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Waropen Nomor 022/SK/-Kt/WRP/I/2007 tanggal
30 Januari 2007.
Ayat (2)

Yang dimaksud dengan "memberikan bantuan dana" adalah pemberian sejumlah dana
yang didasarkan pada Keputusan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Papua Nomor
02/PIMP-DPRP/2007 tanggal 2 Februari 2007 dan Keputusan Gubernur Papua Nomor 11
Tahun 2007 tanggal 2 Februari 2007.
Ayat (3)

Cukup jelas
Ayat (4)

Pengurangan dana alokasi umum adalah sebesar jumlah dana sesuai dengan
kesanggupan Pemerintah Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen yang belum
dibayarkan.
Ayat (5)

Pengurangan dana alokasi umum adalah sebesar jumlah dana sesuai dengan
kesanggupan Pemerintah Provinsi Papua yang belum dibayarkan.
Ayat (6)

Cukup jelas
Ayat (7)

Cukup jelas

Pasal 17

Cukup jelas

Pasal 18

Cukup jelas

Pasal 19

Cukup jelas

Pasal 20

Cukup jelas

Pasal 21

Cukup jelas

Pasal 22

Cukup jelas

Pasal 23

Cukup jelas




  © Copyright UNIPA - ANU - UNCEN PapuaWeb Project, 2002-2008.

honai/home page