|
PROFILE UNIPA III. LOGO UNIVERSITAS NEGERI PAPUA VI. KEADAAN FISIK DAN FASILITAS PENUNJANG LAMPIRAN III - DAFTAR NAMA TENAGA PENGAJAR PADA UNIPA Syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena di hari yang berbahagia ini, Sabtu tanggal 28 Juli 2001, kita dapat berkumpul untuk menyaksikan bersama suatu peristiwa bersejarah di lingkungan pendidikan tinggi di Tanah Papua, yakni peresmian berdirinya UNIVERSITAS NEGERI PAPUA di Manokwari. Untuk memberikan gambaran sekilas tentang universitas ini maka diterbitkan "Profil Universitas Negeri Papua (UNIPA)". Dalam profil ini disajikan tentang mengapa diberi nama UNIPA; visi dan misi serta tujuan UNIPA; bentuk Logo/logo UNIPA; garis besar organisasi UNIPA; keadaan akademik; dan berbagai aset yang dimiliki UNIPA. Pada kesempatan ini, kami menyampaikan perhargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
Kami sadari bahwa tantangan di hari depan adalah berat, namun kami yakin dan percaya bahwa dengan dukungan semua pihak, baik internal maupun eksternal, akan menjadikan UNIPA tetap kokoh dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Tanah Papua ini. Manokwari, 28 Juli 2001 Pj. Rektor UNIPA Prof.Dr.Ir. Frans Wanggai NIP. : 130 351 138 1.1 Latar Belakang Universitas Negeri Papua atau disingkat UNIPA, disahkan pada tanggal 03 November 2000, sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2000, dan diresmikan berdirinya pada hari Sabtu tanggal 28 Juli 2001. Berdirinya UNIPA ini sebagai wujud kemandirian Fakultas Pertanian Universitas Cenderawasih (Faperta Uncen), yang sudah dicita-citakan sejak tahun 1982. Upaya menuju kemandirian ini terus diperjuangkan baik secara formal maupun non formal pada berbagai kesempatan. Pada awal abad ke-21 tahun 2000, dibentuk suatu tim yang ditugaskan untuk menyusun Usulan Pendirian UNIPA dan Usulan Rencana Pengembangan UNIPA. Usulan-usulan ini mendapatkan suatu tanggapan positif dari pihak legislatif, eksekutif dan rakyat Papua serta dukungan dari Senat Universitas Cenderawasih. Pada akhirnya, usulan ini memperoleh restu dari Presiden Republik Indonesia dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta Kabinet Persatuan, yakni dengan diterbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 153 Tahun 2000 (Profil Sejarah UNIPA, disajikan pada Lampiran 1). Dikeluarkannya keputusan tersebut, menuntut dilakukannya berbagai persiapan baik dalam bidang akademik maupun administrasi. Persiapan akademik antara lain pengusulan berbagai program studi dan jurusan sesuai kekuatan dan peluang yang dimiliki serta memperhatikan pula kelemahan dan hambatan atau ancamannya. Persiapan administrasi antara lain menyusun dan membahas berbagai perangkat dan aturan yang dibutuhkan guna kelancaran tugas-tugas di masa datang. Pada hari ini Sabtu, tanggal 28 Juli 2001, merupakan hari yang bersejarah pula bagi UNIPA karena mulai diresmikan secara operasional berbagai kegiatan, dan pengaturannya dilakukan secara bertahap bersama-sama dengan mantan induknya yaitu UNCEN. Berbagai aset yang dimiliki oleh Faperta Uncen, kini menjadi aset UNIPA baik sumberdaya manusia, lahan, tanaman, ternak maupun bangunan fisik dan penunjang lainnya. 1.2 Lokasi Kampus utama UNIPA berlokasi di Manokwari, tepatnya di Kelurahan Amban. Berjarak lebih kurang 5 km sebelah Utara kota Manokwari, berhadapan dengan Samudera Pasifik dan letaknya pada ketinggian sekitar 110 m di atas permukaan laut. Lokasi lainnya tersebar di tiga kabupaten lain di Tanah Papua ini yakni Sorong, Paniai dan Biak-Numfor. 1.3. Alasan Pemberian Nama UNIPA Pemberian nama "Universitas Negeri Papua" atau disingkat "UNIPA" memiliki alasan sebagai berikut:
2.1. Visi "Universitas Negeri Papua sebagai suatu penyelenggara Pendidikan Tinggi terkemuka yang melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mengemban, mengkomunikasikan serta menerapkan IPTEKS yang bermutu dalam mewujudkan pembangunan yang berbasis pertanian dan konservasi sumberdaya alam, dengan tetap mempertahankan dan mengangkat nilai budaya Papua dalam kancah budaya Nasional Indonesia, memanfaatkan serta melestarikan potensi sumberdaya alam lokal wilayah Irian Jaya untuk tujuan pembangunan yang berasakan nilai luhur Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945". 2.2. Misi
2.3. Tujuan
III. LOGO UNIVERSITAS NEGERI PAPUA
Logo atau lambang Universitas Negeri Papua diciptakan oleh YAN MAKABORI (riwayat singkat pencipta disajikan pada Lampiran 2) dan dimodifikasi oleh Senat UNIPA. Adapun karyanya adalah sebagai berikut :
Secara keseluruhan, logo Universitas Negeri Papua melambangkan : "Universitas Negeri Papua sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi di Tanah Papua memiliki komitmen yang kokoh dan teguh untuk menghasilkan sumber daya manusia yang dapat dibanggakan di tingkat Nasional dan Internasional, selalu berupaya untuk menggali, menghasilkan dan mengkomunikasikan produk-produk ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat luas tanpa melupakan budaya Papua". 4.1. Struktur Organisasi Organisasi UNIPA terdiri dari unsur pimpinan (Rektor dan Pembantu Rektor), unsur pelaksana akademik (Fakultas dan Lembaga), unsur pelaksana administrasi (Biro) dan unsur penunjang (Unit Pelaksana Teknis). Untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehadiran UNIPA ini maka Menteri Pendidikan Nasional mengangkat seorang Pejabar Rektor, yang selanjutnya membentuk Senat Universitas Antar Waktu. Personalia struktur organisasi ini akan dilengkapi secara bertahap baik pada tingkat universitas maupun tingkat fakultas. 4.2. Unsur Pelaksana Akademik Fakultas yang akan dibuka pada awal pendirian UNIPA yakni Fakultas-fakultas: Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan dan Ilmu Kelautan, Teknologi Pertanian, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ekonomi dan Sastra. Fakultas lainnya akan dibuka di kemudian hari dengan memperhatikan kebutuhan daerah dan sumberdaya yang tersedia. Lembaga terdiri dari Lembaga Penelitian dan Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat. Lembaga Penelitian akan membawahi beberapa pusat kajian ilmu yakni : Pusat Penelitian Lingkungan, Pusat Penelitian Ubi-ubian dan Sagu, Pusat Penelitian Keanekaragaman Hayati, Pusat Studi Wanita, Pusat Penelitian Pesisir dan Kelautan, dan Pusat Penelitian Pengembangan Kawasan Pedesaan. 4.3. Unsur Pelaksana Administrasi Unsur pelaksana administrasi terdiri dari biro, dan biro yang diusulkan untuk dibuka saat sekarang yaitu Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK), Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK), serta Biro Perencanaan dan Sistem Informasi (BAPERENSI). 4.4. Unsur Penunjang Unsur penunjang berupa Unit Pelaksana Teknis (UPT). UPT yang direncanakan untuk dikembangkan yaitu UPT Perpustakaan, UPT Kebun Percobaan, UPT Pusat Komputer, UPT Bahasa, serta UPT Percetakan dan Penerbitan. 5.1. Jenis dan Jenjang Pendidikan Jenis pendidikan yang dibuka saat ini adalah pendidikan akademik dengan jenjang strata satu (S1) dan pendidikan profesional pada jenjang diploma tiga (D3). Di masa mendatang, akan dibuka pula jenjang pendidikan strata dua (S2) dan strata tiga (S3). 5.2. Program Studi Program pendidikan S1 dan S0 yang saat ini sedang diselenggarakan masing-masing sebanyak 4 program studi jalur akademik dan 3 program studi jalur profesional. Pada UNIPA telah diusulkan sebanyak 26 program studi baru (Tabel 1). Tabel 1. Program Studi pada UNIPA
5.3. Keadaan Mahasiswa Jumlah mahasiswa terdaftar pada tahun ajaran 2000/2001 (Faperta Uncen) sebanyak 2.075 orang, terdiri dari 1.711 orang pada jenjang S1 dan 364 orang pada jenjang S0. Rasio dosen : mahasiswa saat ini adalah 1:11,16. Sebarannya menurut program studi selengkapnya disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Keadaan Mahasiswa Faperta Uncen (UNIPA), 28 Juli 2001
Pada tahun akademik 2001/2002, penerimaan calon mahasiswa masih dilakukan melalui UNCEN (baik jalur SLSB dan UMPTN). Diresmikannya menjadi UNIPA maka secara langsung terjadi proses pengalihan status mahasiswa Faperta UNCEN menjadi mahasiswa UNIPA. 5.4. Keadaan Tenaga Pengajar Sampai dengan saat diresmikannya UNIPA (28 Juli 2001), tenaga pengajar tetap berjumlah 186 orang, dan tenaga pengajar tidak tetap sebanyak 24 orang. Sebaran tenaga pengajar tetap berdasarkan tingkat pendidikan dan jabatan fungsional disajikan pada Tabel 3, dan daftar nama tenaga edukatif disajikan pada Lampiran 3. Tabel 3. Keadaan Tenaga Pengajar Tetap pada UNIPA (28 Juli 2001)
(AA = Asisten Ahli; L = Lektor; LK = Lektor Kepala; GB = Guru Besar) Dalam rangka peningkatan mutu dosen (tenaga pengajar) dilakukan melalui pendidikan formal lanjut (S2 dan S3) dan pendidikan non formal atau pelatihan/kursus. Pendidikan formal ditempuh pada perguruan tinggi di dalam negeri ataupun di luar negeri. Saat ini tercatat sebanyak 18,28 % dosen sedang tugas belajar, masing-masing 17 orang pada S2 dan 17 orang pada S3. 5.5. Keadaan Tenaga Penunjang Akademik dan Administrasi Pada saat diserahkan aset Faperta Uncen kepada UNIPA, jumlah tenaga penunjang akademik (teknisi, laboran dan pustakawan) dan tenaga administrasi tercatat sebanyak 196 orang (Tabel 4). Tabel 4. Keadaan Tenaga Penunjang Akademik dan Administrasi pada UNIPA (28 Juli 2001)
Perkembangan tenaga non edukatif ini lebih lamban dibandingkan tenaga edukatif. Namun dalam upaya peningkatan kemampuan dan pengetahuan , para tenaga non edukatif secara bertahap diijinkan mengikuti pendidikan setingkat S1 dan S2 pada berbagai bidang ilmu. Dilihat dari produktivitas kerja tampak menurun dikarenakan usia yang lanjut dan mendekati masa pensiun. Untuk mengatasi permasalahan tenaga khususnya tenaga lapang (kebun dan rumah tangga), maka diupayakan melalui pengadaan tenaga harian dan tenaga kontrak. 5.6. Keadaan Lulusan dan Peluang Kerja Selama bernaung di bawah Universitas Cenderawasih (Faperta Uncen), secara kumulatif sampai dengan akhir semester gasal 2000/2001, telah diluluskan sebanyak 2.225 orang, terdiri dari 1.620 Sarjana, 165 Sarjana Muda dan 440 Lulusan Diploma. Selanjutnya dengan diresmikannya UNIPA maka wisuda dilakukan di bawah panji UNIPA, dan direncanakan wisuda pertama UNIPA akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2001 yang akan datang. Jumlah mahasiswa yang sudah siap untuk diwisuda sebanyak 75 orang S1 dan D3. Para lulusan Faperta Uncen saat ini kurang lebih 70 % bekerja pada instansi pemerintah, 27 % pada perusahaan swasta, 1 % berwiraswasta, dan 2 % lainnya tidak diketahui pekerjaannya. 5.7. Kemahasiswaan Untuk menunjang kesejahteraan mahasiswa maka Faperta Uncen atau UNIPA menyediakan fasilitas berupa asrama kepada para mahasiswa. Fasilitas asrama yang tersedia dapat menampung sebanyak 580 orang (Tabel 5). Tabel 5. Daya Tampung dan Jumlah Penghuni Asrama Mahasiswa (28 Juli 2001)
Kesejahteraan lain yang disediakan pihak Faperta Uncen/UNIPA yaitu bantuan beasiswa kepada mahasiswa yang ekonominya lemah tetapi berkemampuan akademik tinggi. Beasiswa diperoleh dari berbagai sumber, baik pemerintah maupun pihak BUMN dan PMA. Jenis beasiswa dan jumlah penerima beasiswa, selengkapnya disajikan pada Tabel 6. Dalam kegiatan ekstrakurikuler, telah dibentuk Senat Mahasiswa Fakultas yang membawahi beberapa OMP (Organisasi Mahasiswa Profesi) pada setiap program studi, Resimen Mahasiswa dan Pramuka. Kegiatan yang dilakukan antara lain meliputi pembinaan bakat, kegemaran dan seni, serta peningkatan wawasan ilmu. Tabel 6. Jumlah Penerima Beasiswa pada Setiap Program Studi (28 Juli 2001)
A= Agronomi; B= Sosek Pertanian; C= Produksi Ternak; D = Budidaya Hutan; E = D3 Budidaya Perkebunan; F = D3 Budidaya Perikanan VI. KEADAAN FISIK DAN FASILITAS PENUNJANG Diresmikannya pendirian Universitas Negeri Papua (UNIPA), maka seluruh aset (bergerak dan tidak bergerak) yang sebelumnya dimiliki Faperta Uncen diserahkan menjadi milik UNIPA. 6.1. Lahan Lahan yang dimiliki UNIPA seluas 603,5 hektar yang tersebar pada 4 kabupaten di Tanah Papua, yakni Kabupaten Sorong (33,5 Ha), Kabupaten Paniai (7,0 Ha), Kabupaten Biak-Numfor (0,4 Ha) dan Kabupaten Manokwari (562,6 Ha). Dari luasan tersebut, 93,22 % telah dibebaskan secara adat, dan 87,09 % telah memiliki sertifikat. Luasan lahan yang sudah dimanfaatkan kurang lebih 70 % yaitu untuk perumahan dinas, perkantoran, fasilitas pendidikan, fasilitas kemahasiswaan dan kebun percobaan, dan selebihnya (30 %) masih berupa hutan alam. 6.2. Bangunan Bangunan pada kampus utama UNIPA di Manokwari, terdiri dari gedung perkantoran, gedung kuliah, gedung laboratorium, gedung perpustakaan, perumahan dinas, dan asrama mahasiswa serta gedung-gedung penunjang lainnya. Luasan setiap bangunan disajikan pada Tabel 7. Tabel 7. Jenis Bangunan di Kampus Utama UNIPA di Manokwari (28 Juli 2001)
6.3. Laboratorium Laboratorium pada UNIPA terdiri dari laboratorium-laboratorium pertanian. peternakan, kehutanan, teknologi pertanian, perikanan, MIPA, bahasa, komputer, dan laboratorium pada pusat-pusat penelitian. Setiap laboratorium dilengkapi dengan peralatan sesuai bidang kaijiannya. Jumlah jenis peralatan pada setiap laboratorium disajikan dalam Tabel 8. Tabel 8. Jumlah Jenis Peralatan Laboratorium pada UNIPA (28 Juli 2001)
Pemanfaatan laboratorium pada fakultas adalah untuk menunjang proses pembelajaran, sedangkan laboratorium pada pusat-pusat penelitian dimanfaatkan untuk penelitian sesuai bidang kajiannya dan sekaligus melayani permintaan analisis laboratorium dari pihak luar universitas. Pada laboratorium bahasa, sementara ini dimanfaatkan untuk pengembangan bahasa inggris bagi staf pengajar dan masyarakat umum. Pada pusat komputer, dimanfaatkan untuk melayani mahasiswa melalui analisis data dan pengetikan, serta melaksanakan kursus komputer bagi masyarakat umum. 6.4. Perpustakaan Di kampus UNIPA, selain pelayanan oleh perpustakaan pusat, juga terdapat perpustakaan-perpustakaan yang memiliki pustaka yang lebih spesifik pada bidang kajian ilmu tertentu. Perpustakaan-perpustakaan ini tersebar pada program studi dan pusat penelitian. Saat ini tercatat sebanyak 10.798 judul buku teks dan skripsi/tesis/disertasi, serta sejumlah majalah-majalah ilmiah atau jurnal terbitan dalam negeri ataupun luar negeri. Keadaan pustaka pada Perpustakaan UNIPA selengkapnya disajikan pada Tabel 9. Tabel 9. Keadaan Bahan Pustaka pada Perpustakaan UNIPA, 28 Juli 2001
6.5. Kebun Percobaan Dari luasan 603,5 Ha lahan yang dimiliki UNIPA, seluas 374,5 Ha merupakan lahan kebun percobaan yang tersebar di Manokwari, Sorong dan Paniai (Lampiran 4). Lahan tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Lahan kebun percobaan dimanfaatkan untuk koleksi plasma nutfah tanaman pangan dataran tinggi dan dataran rendah, tanaman hortikultura, perkebunan, ternak, tanaman kehutanan, dan selebihnya dicadangkan secara alami sebagai contoh hutan tropis. Lahan kebun percobaan di Ransiki telah dikembangkan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali dalam rangka kerjasama dengan Pemerintah Daerah Irian Jaya. Kebun percobaan di Sorong dikembangkan sebagai sumber bibit tanaman buah-buahan berkualitas serta sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan Pemuda Desa atas kerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong. 6.6. Fasilitas Penunjang Lain Fasilitas penunjang lain yang diserahkan Uncen untuk dikelola lebih lanjut oleh UNIPA antara lain kendaraan operasional, peralatan mekanis, fasilitas kelistrikan, air, telepon, jalan, parkir, olah raga dan kesenian. Fasilitas listrik dan telepon memanfaatkan jasa dari lembaga-lembaga yang mengelola fasilitas tersebut. Sesuai visi dan misi yang diemban UNIPA, serta memperhatikan tingkat sumber daya (manusia, peralatan, bangunan, fasilitas pendukung) dan produktivitas (pada masa Faperta Uncen) hingga saat ini, maka UNIPA akan terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan institusionalnya, baik manajerial maupun edukasi. Upaya peningkatan kemampuan ini ditempuh melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik dalam negeri maupun luar negeri, baik pemerintah maupun swasta. Kerjasama yang telah terbina semasa Faperta Uncen akan terus dilanjutkan, dan pada masa UNIPA saat ini telah dilakukan kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi yakni Institut Teknologi Bandung dan Universitas Hasanudin serta Perguruan Tinggi BKS INTIM. Kerjasama juga telah dilakukan dengan Departemen Pertanian, Menteri Negara Perikanan dan Kelautan, British Petroleum Oil Company, PT. Freeport Indonesia, Australian National University, dan universitas di Inggris. Kerjasama lainnya adalah dengan Pemerintah Daerah dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan ekonomi dan lingkungan di daerah ini. Kerjasama yang dilakukan dimaksudkan untuk mengingkatkan kualitas sumberdaya manusia pada UNIPA sehingga pada gilirannya akan menghasilkan mutu lulusan yang siap pakai pada berbagai lini pembangunan di Tanah Papua ini. Selanjutnya dalam pengembangan fisik kampus utama UNIPA, diupayakan agar tetap mengikuti rencana tapak yang telah dibuat pada masa Faperta Uncen (Lampiran 5). Hampir 37 tahun lamanya, kampus yang berlokasi di Amban-Manokwari bernaung di bawah panji Universitas Cenderawasih. Namun di hari ini, Sabtu, 28 Juli 2001, secara resmi kampus Manokwari berpisah dan membentuk suatu perguruan tinggi sendiri yaitu Universitas Negeri Papua (UNIPA). Tantangan di hari depan akan lebih berat, namun dengan perjuangan dan tekad yang utuh serta dukungan dari semua pihak, maka UNIPA akan tetap mengembangkan sayapnya bagaikan seekor kupu-kupu sayap burung yang terbang ke segala arah, dan akan menghasilkan lulusan bagaikan kecantikan bunga anggrek kribo yang telah menjadi idola di Tanah Papua, tanah tercinta ini.
Lampiran 1. Profil Sejarah UNIPA Lampiran 2. Riwaya Singkat Pencipta Lambang UNIPA Lampiran 3. Daftar Nama Tenaga Pengajar pada UNIPA Lampiran 1. Profil Sejarah Universitas Negeri Papua (UNIPA)
Lampiran 2. Riwayat Singkat Pencipta Logo UNIPA Pencipta Logo UNIPA adalah seorang putera Papua yang bernama YAN MAKABORI, lahir di Jayapura pada tanggal 10 Januari 1962. Pendidikan yang pernah ditempuh yaitu lulus SD YPPK Gembala Baik, Abepura pada tahun 1974; lulus SMP Negeri 1 Abepura tahun 1977; lulus SPMA Negeri Manokwari pada tahun 1981; memperoleh kesempatan untuk menempuh pendidikan profesional pada D3 Akademi Penyuluhan Pertanian di Gowa, Sulawesi Selatan, dan lulus pada tahun 1995; dan selanjutnya memperoleh kesempatan tugas belajar pada program S1 Faperta Uncen, Manokwari, dan lulus pada tahun 2000. Pada tahun ajaran 2001/2002, yang bersangkutan diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan pada program S2 di IPB Bogor. Sejak lulus SPMA Negeri Manokwari pada tahun 1981, yang bersangkutan selanjutnya diangkat sebagai Tenaga Teknis pada SPP Manokwari hingga sekarang ini.
Lampiran 3. Daftar Nama Tenaga Pengajar pada UNIPA | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||