Panduan dengan anotasi menuju 130 website dan webpage berkaitan dengan Papua dengan tema umum:

Tradisi, Pariwisata dan Budaya kontemporer di Papua

Seni tradisional dan budaya material

Papua merupakan rumah bagi berbagai jenis seni tradisional dan beberapa di antaranya terkenal hingga ke luar daerah. Penjelajah Eropa, para pejabat dan kolektor sering kembali dari Papua dengan koleksi yang sangat banyak dari budaya material ini. Para pengunjung lama bersama dengan para pengunjung baru sangat tersentuh dengan produksi seni dan makna dalam kehidupan orang-orang Papua. Ada beberapa artefak koleksi Papua yang penting di Museum Nasional di Jakarta (www.museumnasional.org) , namun koleksi seni Papua dan budaya material yang paling komprehensif dikumpulkan di Rijksmuseum voor Volkenkunde (Museum Nasional untuk Etnologi) di Leiden, Belanda. Sayangnya banyak objek seni ini tidak untuk dipamerkan secara tetap, meskipun beberapa jenis koleksi bisa dilihat secara online (www.rmv.nl). Rijksmuseum voor Volkenkunde akhir-akhir ini menyiapkan suatu pameran besar dengan tema seni Papua. Koleksi lain yang juga penting dimiliki oleh Tropenmuseum dari Koninklijk Instituut voor de Tropen (KIT, Institut Kerajaan Tropen di www.kit.nl).

Museum Barbier-Muller di Geneva juga memiliki koleksi benda seni Papua yang penting tetapi tidak bisa diakses melalui web (suatu pencarian di www.geneva-guide.ch bisa membantu anda menemukan museum ini jika anda beruntung bisa mengunjungi Geneva). Di Amerika Utara salah satu koleksi seni Papua yang paling signifikan dikoleksi oleh Museum of Primitive Art di New York, sekarang menjadi bagian dari Departemen Seni Afrika, Oceania dan di Metropolitan Museum of Art (www.metmuseum.org). Koleksi artefak Papua di Australia bisa ditemukan melalui Australian Museum Galleries On-Line ( http://amol.org.au). Kalau diperlukan masih ada sejumlah koleksi pribadi dari benda seni Papua di luar Papua di Indonesia dan di luar negeri tetapi hanya sedikit yang didokumentasi dengan baik atau dikenal secara luas.

Yang paling terkenal dari seni Papua adalah ukiran kayu dari orang-orang Asmat dan selama puluhan tahun lalu proyek pengembangan kesenian, para peminat seni dan para dealer benda-benda koleksi di Papua menekuni pada seni bentuk ini. Sementara wilayah Asmat pernah mendapat cap buruk secara internasinal pada tahun 1962 dengan hilangnya Michael Rockfeller, Asmat masih terus mendapat bantuan dari Crosier Catholic Missionary (Misionaris ). Pelopor dan pendukung utama mereka mantan Uskup Alphonse Sowada telah menjadi pusat kehidupan kembali kesenian Asmat. Tahun 1973 Crosier mendirikan Museum Kebudayaan dan perkembangan Asmat (Asmat Museum of Culture and Progress) di Agats, kemuduan membangun American Museum of Asmat (Museum Asmat di Amerika www.asmat.org). Kesenian Asmat juga ditampilkan dalam beberapa koleksi pribadi yang memiliki tayangan web termasuk pengoleksi kesenian Asmat yang sudah lama sekali yaitu Ursula dan Gunter Konrad (www.asmat.de) dan website Equatorial Art Gallery (www.asmatart.net atau http://home.earthlink.net/~alkeeney). Anda juga bisa membaca tentang pengalaman para kolekter seni di Asmat (http://home.earthlink.net/~fchiaramonte/travel.htm).

Selain Asmat, Papua kaya dengan tradisi bernilai seni. Ada banyak seniman kontemporer di seluruh wilayah provinsi yang memproduksi karya seni yang indah dalam berbagai macam media. Beberapa di antaranya telah ditampilkan dalam pameran-pameran oleh Seichi Okawa. Karya-karya mereka bisa ditemukan dalam Graha Budaya Indonesia atau Indonesian Cultural Plaza di Tokyo (www.harapan.co.jp/Indonesia/GBI/GBIindex.htm anda perlu memperluas character set Jepang untuk bisa melihat semua situs ini). Seni dari Danau Sentani yang sering dinikmati dari atas oleh para pengujung sekitar Jayapura, akhir-akhir ini juga mendapat popularitas di antara para pengunjung domestik maupun asing di Papua. Baca tentang lukisan kain di daerah Sentani dalam suatu artikel oleh Michael Howard (www.artasiapacific.com/articles/maro/marol.html dengan catatan kaki berupa hotlink). Internet memiliki webpage lain tentang seni suku-suku New Guinea dan dealer seni (seperti www.art-pacific.com/artifacts/nuguinea/asmat/asmatmap.htm). Sarinah sebuah pusat perbelanjaan ekslusif di Jalan Thamrin, merupakan tempat pertama yang memperdagangkan benda-benda seni Asmat di Jakarta (http://bubu/com/sarinah/asmat.htm) sebagai bagian dari koleksi seni dan kerajinan tangan mereka di seluruh kepulauan Indonesia.

Pariwisata, daerah tujuan wisata, transportasi dan travelogues

Kesenian tradisional Papua bukan satu-satunya daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi wilayah ini. Budaya yang berbeda-beda dan pemandangan alam Papua menawarkan kepada pengunjung berbagai pengalaman yang luas dan ada banyak webpage yang berkaitan dengan pariwisata di Provinsisi ini. Di bawah ini sumber-sumber web yang disederhanakan menjadi tiga kategori: informasi umum tentang wisatawan, wisata komersial, agen perjalanan, akomodasi dan hal-hal praktis seputar perjalanan, informasi tentang travelogues (catatan perjalanan pribadi) dan essay foto. PATA atau Pacific Asian Travel Association (www.pata.org) dan webpage-webpage lain bekerja untuk mempromosikan pariwsata di Papua dan wilayah sekitarnya (www.travelgare.com/explore/IrianJaya). Situs lain memiliki page yang juga mempromosikan wisata di Papua antara lain: Website Dinas Pariwisata Biak (www.infobiaknumfor.com), Universitas Kristen Petra Surabaya (www.petra.ac.id/english/kti/irian/intro/index.htm atau www.petra.ac.id/english/kti/tourism/index_irja.htm), the Indoensesian Culture and Tourism Centre di Jepang (www.indonesia-ctc.co.jp/Indonesia/FrameIrianJaya.htm ), Archipela GoPapua (http://goarchi.com/archo/provinces/i-jaya/i-jayahome.html ) dan website Tourism Indonesia (www.tourismindonesia.com ).

Penyedia layanan wisata dan agen perjalanan telah memandu wisata kelompok di Papua sejak pertama kali dibuka untuk wisata internasional pada akhir tahun 1980-an. Penyedia layanan wisata komersial memiliki sejumlah situs dengan informasi tentang berbagai paket wisata ke Papua. Misalnya: Papua Adventures (www.papua-adventures.com), Sawadee (NL: www.sawadee.nl), Hidden Cultures (www.hiddencultures.com) , Arcadia Tours (www.arcadia.nl), Immersia Travel (www.immersiatravel.com/ng2.html), Hey Papua (www.hey-papua.de) sedangkan perusahaan-perusahaan wisata Indoensia antara lain Limbunan ( lihat www.eastindonesia.com/tour/irian atau www.baliem.com). Beberapa penyedia layanan wisata luar negeri dengan sejarah perjalanan di Papua juga telah memberikan rinciannya di website tentang Papua dan artifak dengan sangat rinci secara online (misalnya bisa dilihat pada www.irianjaya.de yang sama dengan situs www.harald-melcher.de). Anda mungkin menemukan penyedia layanan wisata dan agen perjalanan (bahkan yang berbasis di Papua) dengan menggunakan web pencari umum. Sementara penyedia layanan wisata dan agen perjalanan dapat mengatur semua perjalanan dan akomodasi untuk perjalanan ke Papua, wisatawan yang ingin lebih bebas bisa memanfaatkan situs lain di web ini.

Jasa Transportasi sangat penting bagi kehidupan orang-orang di pusat kota Papua dan setiap tahun informasi yang lebih baik tentang layanan ini bisa ditemukan secara online. Hal ini termasuk website yang disediakan oleh dua pesawat penumpang terbesar di Indonesia seperti Garuda (www.garuda-indonesia.com ) dan Merpati Airlines (www.merpati.co.id) bisa juga dilihat di website Departemen Perhubungan dengan jadwal umum (www.dephub.go.id/irja/data/frek_pnrb.htm). PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia), juga memiliki informasi umum (www.pelni.com) dan jadwal-jadwal pelayarannya secara online (www.onklik.com/ontrip/index_kapal.php3). Lapangan Terbang satu-satunya di Papua yang mampu untuk pendaratan Boeing 747 (Jumbo Jet) adalah Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak

(E: www.angkasapura1.co.id/eng/location/biak.htm ) sedangkan kota pantai yang bisa didarati oleh kapal ferri dengan penumpang banyak dan kapal-kapal muatan, antara lain pelabuhan Jayapura, Biak, Manokwari, Fak-fak, Sorong dan MErauke (www.portina4.go.id/ports.htm menunjukkan peta dari kota-kota ini terhubung dengan data pages tentang dok-dok kapal ini). Informasi tentang jasa layanan kapal feri lokal di Papua tersedia online melalui website PT ASDP (Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan) di www.ferry-asdp.co.id ).

Wisatawan Asing yang tidak datang dari bagian lain di Indonesia bisa melakukan perjalanan dengan menggunkaan pesawat charter mingguan yang beroperasi antara Darwin (Australia) dan Timika sebagai alternatif rute ke Papua (www.timikacharters.com.au ). Ada juga jasa bus reguler (dan pesawat terbang ringan yang jadwal terbangnya tidak menentu) antara Jayapura dan Vanimo di negara tetangga Papua New Guinea. Karena ini merupakan perjalanan dengan hubungan internasional para wisatawan harus mendapatkan visa yang sesuai (yang terbukti sangat sulit untuk mendapatkannya). Informasi lebih detail mengenai perjalanan ini bisa didapatkan melalu Konsul Papua New Guinea di Jayapura (merujuk ke www.pngembassy.org/mission.htm), Kedutaaan Asutralia di Jakarta (www.austembjak.co.id), Kantor Kedutaan Indonesia di Canberra (www.kbri-caberra.org.au ) demikian juga agen perjalanan di Indonesia seperti yang telah dikemukan di atas, agen perjalanan yang berpangkal di Darwin seperti Northern Gateway (www.northerngateway.com.au) atau perusahaan pariwisata yang berpangkal di Papua New Guinea seprti MTS (www.meltours.com/index.html).

Akomodasi di Papua bisa mencakup secara luas tergantung harga dan eksklusivitasnya. Sebagian dari akomodasi termahal di Papua meliputi Sheraton Hotel dalam kota boom pertambangan di Timika (http://www.greathotels.co.id/contents/sheratontmk.htm ), Honai Resort (www.baliem.com/html/honai.html) dan Baliem Valley Resort (G/E: www.baliem-valley-resort.de) keduanya dekat dengan pusat pegunungan Wamena dan sejumlah high end hotel di kota-kota yang lebih besar seperti Jayapuran dan Sorong (lihat situs seperti www.regit.com/regitel/indonesi/business/rianjaya/jayapura.htm ). Hotel-hotel dan losmen yang lebih sederhana di kota-kota pantai di Papua tidak memiliki banyak tayangan web. Informasi tentang tempat-tempat ini dan kemungkinan untuk tinggal di rumah-rumah tradisional dengan orang-orang lokal Papua bisa ditemukan dalam travelogues yang terdaftar di bawah ini. Pasokan obat-obatan dasar bisa dibeli melalui apotik lokal di Jayapura yang terdaftar dalam webpage Apotik Jayapura (ID: www.satumed.com/index.html/lain/37).

Travelogues

Travelogues merupakan pengalaman para wisatawan baik personal maupun kelompok dalam perjalanan mereka yang sering berisi pemandangan yang menarik dan saran-saran praktis tentang tempat-tempat, keadaan, perbedaan budaya (‘’Culture Shock’’). Mereka bisa mengambil bentuk narasi perjalanan yang pendek atau yang panjang, ada pameran foto dan bahkan menjadi inspirasi dari sejumlah websites atau proyek film. Travelogues tentang Papua sudah di tulisan lebih dari satu abad lalu, tetapi masih ada beberapa teks atau uraian dalam gaya khusus ‘’petualangan’’ atau eksplorasi ‘’ yang tersedia online.

Travelogues pendek tentang Papua tersedia di web yang merupakan pendapat umum tentang berkunjung ke Papua seperti laporan perjalanan Henry Richardson (www.geocities.com/hr1975/ij-report.htm), Page Liono Irian Jaya (www.emp.pdx.edu/htliono/irja.html), Perjalanan Susan (www.websurf.net.au/~susan/Irian.htm), kisah Jean Philippe Soule’s (www.caske2000.org/stories/irianjaya.htm), salah satu dari perjalanan Martijn Maandag (NL: www.reiverslagen.net) atau kunjungan dan catatan pengalaman Herman Vellinga baru-baru ini (NL: http://home.planet.nl/~vellio26). Travelogues yang lainnya cederung terfokus pada daerah tertentu, mungkin juga hanya komentar-komentar yang tersedia online tentang desa-desa Tobati dan Engros (www.cs.washington.edu/homes/weld/engros.html). Tujuan wisata yang paling terkenal misalnya lembah Baliem dan wilayah Asmat dan Karowai di sebelah selatan rawa-rawa dan Glaciers (gletser) Cartenz dan Puncak Jaya punya banyak webpage.

Lembah Baliem, pertama kali ditemukan tahun 1938 oleh Richard Archbold dan timnya selama melakukan ekspedisi untuk American Museum of Natural Histroy di New York (www.amnh.org atau lihat juga http://research.amnh.org/mammalogy/dla/index.html untuk informasi untuk mengunjugi Koleksi Foto-foto dan Dokumen Archbold yang terkait dengan ekspedisi ini). Sejak saat itu, Lembah Baliem telah menjadi semacam atraksi spesial bagi para wisatawan penjelajah dan para trekker (orang-orang yang memiliki hobi melakukan perjalanan berat dan jauh). Lihat beberapa tulisan online dari seorang pengunjung tempat yang unik baru-baru ini di website Daniel Weld ‘’Glimpse into the Stone Age’’ atau Sejenak di Jaman Batu (www.cs.washingtonedu/homes/weld/stone-age.html), Dave Hunter’s Trek (www.ana.ed.ac.uk/anatomy/staff/HunterD/Treks/iriantab.html), lihat juga bagaimana Allan Miller menghabiskan waktu liburan musim panasnya (www.cs.pedropoint.com/dani.htm) dan Travelogues pendek lainnya tentang Pusat Dataran Tinggi Papua (seperti dalam http://www-ah.wbmt.tudelft.nl/~jerry/jw2/IrianJaya/Baliem.html ). Bagi para wisatawan dengan ketertarikan secara khusus di bidang pendakian atau ingin trekking yang lebih serius, Papua memiliki sejumlah gunung yang sangat spektakuler di dunia.

Carstensz merupakan rumah bagi salju cair (glacier/gletser) tropis yang disimpan di Puncak Jaya, pada ketinggian hampir 5.000 meter di atas permukaan laut. Meskipun dikenal oleh orang Papua lokal selama berabad-abad, salju cair tropis yang langka ini menjadi dikenal oleh ahli-ahli geografi Eropa ketika gletser ini terlihat dari laut Arafura oleh penjelajah Belanda bernama Cartensz pada abad ke-17. Pada awal abad 20, beberapa ekpedisi Eropa berlomba menjadi orang pertama yang mencapai pucuk dari dari puncak yang mengagumkan ini (lihat www.xtreme.nl/land/beleving/index_lab210600.shtml). Oktober tahun 2001, Koninklijk Instituut voor de Tropen atau Institut Kerajaan Tropen (www.kit.nl) menyajikan ‘’race to the Snow’’, suatu pameran foto dari ekspedisi awal orang-orang Eropa ke puncak Cartensz (www.kit.nl/fotobureau/html/publicaties.asp). Kelompok Pegunungan Cartensz (‘’the Cartensz Massif’’) dipelajari secara ekstensif selama awal tahun 1970 oleh sekelompok peneliti dari Australia dan hasilnya sekarang tersedia di Papuaweb (lihat www.papuaweb.org/dlib/bk/hope1976/_sampul.html). Beberapa juga memiliki artikel tentang gletser tersedia online melalui website the United States Geological Survey (http://pubs.usgs.gov/prof/p1386/indonesia/intoc.html)

Puncak Jaya (nama sekarang untuk the Carstensz Massif) dan gletser tetap menjadi salah satu daya tarik wisata utama ke Papua. Puncak Jaya merupakan gunung terbesar di Pulau New Guinea, puncak tertinggi antara Himalaya atau Andes dan satu dari satu dari ‘’7 Puncak’’ Dunia (lihat http://7summit.com). Mendaki gunung ini memerlukan ijin khusus dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta (www.budpar.go.id). Pada tahun-tahun terakhir perjalanan ini telah ditawarkan sebagai paket komersial tur untuk para pendaki berlangsung antara 6-20 hari (lihat www.alpineascents.com/carstensz.asp), sehingga makin bertambah jumlah pendaki mancanegara yang sering menggunakan jasa ini untuk melengkapi ‘’7 puncak’’ Dunia ini (www.adventurestats.com/tabels/7sum.htm). Web page lain tentang pengalaman para pendaki di Puncak Jaya mencakup: selintas webpage animasi dengan mengetengahkan Carstensz (www.econ.nl), sebuah artikel di Everestnews (www.everestnews.com/carstensz.htm), sebuah essay foto di website Mountain Madness (www.mountainmadness.com/gallery/carstenz.01.htm), sebuah pendakian gunung dengan bantuan helikopter ( NL: www.demis.nl/poul/x11.htm ). Wilayah lain di dataran tinggi juga sangat spektakuler dan menantang secara fisik karena harus dilakukan dengan panjat tebing. Ekspedisi yang sangat menantang (dan tidak mungkin menjadi paket wisata kelompok umum) direncanakan untuk tahun 2000 oleh suatu tim yang berencana untuk berjalan mengitari pulau new Guinea yang berjarak 2400 km melewati pusat-pusat cordillera (sejumlah gunung) dari New Guinea dari Milne Bay di arah timur jauh dari Papua New Guine menuju pantai barat Kepala Burung Papua (http://members/aol.com/prwiles).

Wisata Scuba Diving (aktivitas menyelam di bawah laut dengan menggunakan alat khusus) dan daya tarik pantai lainnya meski kecil namun menjadi bagian yang penting dalam industri pariwisata. Max Ammer mengelola sebuah bisnis scuba diving di Sorong (www.iriandiving.com ) yang menonjolkan kehidupan alam kelautan dan eksplorasi bawah laut dari kapal-kapal perang yang tenggelam setelah Perang Dunia II dulu (lihat www.iriandiving.com/Wreck-Diving.html dan www.pacificwreck.com/provinces/irian_biak.html). Beberapa dari tenggelamnya kapal-kapal perang itu bisa ditemukan di dalam dan di sekitar pulau Biak di mana pariwisata di sana gencar dipromosikan sejak tahun tahun 1990-an dan menampilkan Marauw (Biak Beach) Hotel yang dengan penampilan baru ( bisa dilihat www.jipi.com/inatourism/irian_jaya/index.php3?topik=resort). Hotel ini ditampilkan dalam artikel tentang diving di Biak oleh Kal Muller (Muller telah menulis satu dari buku panduan Papua yang paling terkenal ) meskipun hotel ini tidak lagi beroperasi (lihat www.asiandiver.com/themagazine/indoensia/iak.html). Sebagian pages lain menyediakan informasi yang terbatas mengenai Biak dan pulau-pulau di sekitarnya (http://members.tripod.com/biak-island/welcome.htm). Daya tarik lingkungan alam Papua juga ditampilkan dalam sebuah website tentang diving (www.photocean.com/irianjaya.html) atau anda bisa mengeksplorasi wilayah pantai barat Papua dan wilayah Indonesia lainnya menggunakan kapal dengan mencharter kapal wisata yang dioperasikan oleh perusahaan seperti Divex Indoensia (www.divex-indonesia.de/start.htm).

Wisata Burung bisa juga menjadi aktivitas wisatawan yang sangat popular di Papua dengan adanya kekayaan endemic species burung. Sementara kelompok ahli ornithologi (ahli perburungan) kadang-kdang mengunjungi Papua, hanya sedikit operator yang secara individual yang mengelola wisata khusus untuk melihat-melihat burung seperti ‘’Papua Bird Club’’ (www.geocities.com/papuabirdclub/id.html) dan Kris Tindige (www.earthfoot.org/places/id002.htm). Jika anda cukup beruntung bisa mengunjungi Papua ada sebuah suaka burung di Pulau Biak dekat kota Biak ( di jalan utama menuju Bosnik) dan juga Biak Falcon and Raptor Conservation Center atau Pusat konservasi Elang Biak dan Raptor yang baru (http://users.berlgacom.net/ge559907/intro.htm). BFRCC didedikasikan untuk konservasi kehidupan burung Papua dan Indonesia termasuk Elang Garuda Jawa (yang menjadi burung lambang Republik Indoensia)

Essay Foto merupakan travelogues ( seperti www.whereisevan.com/indonesia00-3.html) tetapi secara umum mereka lebih percaya pada tayangan gambar dari pada presentasi tulisan mereka. Esai foto online yang menampilkan Papua misalnya foto Chris Ranier’s ‘’Where Masks Still Dance’’ (dari bukunya www.time.com/time/reports/newguinea/home.html), Rob Huibers Websites (www.photo.nl), pameran slide foto Papua oleh Kaj Maurins (www.indonesiapromo.com/slidesho/irian/ss01.html ) galeri foto dari Ken Rahtin (www.peweb.net/kss/irianjaya/index.htm) situs Jez O’Hare (www.jezohare.com), website Eric de Noorman (http://users.pandora.be/e.rasker/Irian.html), Esai foto yang lebih banyak bisa ditemukan di Abenteuer Indonesien (www.abenteuer-indonesien.de/iriangal1.html) dan di www.photocean.com/irianjaya.html dan rencana-rencana ‘’the Crazyman’’ untuk membuat film dokumenter tentang Papua (www.crazy-man.org). Harald Melcher telah membuat sebuah film di Papua yang tersedia untuk online, namun anda harus membayar untuk itu (www.harald-melcher.de/index_dt.htm).

Budaya Papua kontemporer


Sementara pariwisata domestik dan asing di Papua memberikan persepsi pada ‘’orang-orang primitif’’ yang tinggal di tempat terpencil, namun urbanisasi berkembang begitu cepat sehingga menciptakan suatu komunitas sosial, ekonomi dan politik yang baru dan aktivitas di berbagai tempat di seluruh provinsi. Beberapa trend kelihatan nyata di antara orang-orang Papua sendiri, sedang yang lain dibentuk adanya pan-Indoensia ataupun karena pengaruh globalisasi. Satu contoh awal dari campuran baru ini muncul tahun 1970-an dengan terciptanya musik Papua String Band oleh beberapa kelompok seperti Black List, Black Papas dan Black Brothers, yang pernah populer di seluruh Indonesia dan sekitarnya (lihat www.chmsupersound.com/cds/cd_006.htm).

Sukses dari musisi Papua dan kelompok budaya Papua ini berlanjut hingga tahun 1980-an dengan tampilnya secara teratur grup-grup seperti Mambesak di Museum Loka Budaya di kampus Universitas Cenderawasih di Abepura hingga kelompok ini terpaksa tutup karena dilarang tahun 1984, setelah terjadinya pembunuhan Arnold Ap dan Edie Mofu, dua dari anggota pendiri kelompok Mambesak (lihat Glazebrook’s PhD, bab 3 di http://wwww.papuaweb.org/dlib/s123/glazebrook/_phd.html di Papuaweb Digital Library). Meskipun ada sejumlah bentuk budaya kontemporer namun tampilan di World Wide Web sangat terbatas. Kecuali satu tampilan yang cukup teratur di dunia cyber adalah ‘’mops’’ (bentuk khusus dari cerita lucu yang populer di Papua) yang menemukan caranya melalui suratkabar lokal di website www.infopapua.com dan juga sering diedarkan via e-mail.

Olahraga dan kaum muda. Pentingnya olahrga bagi kaum muda di Papua terbukti dengan suksesnya tim sepakbola Papua di liga nasional Indonesia. Divisi Mandiri (www.sepak-bola.tv/teams/e_standing.sps), Divisi 1 (http://home.hetnet.nl/~persipura/persipura/pers_div1.htm), dan Bola (www.bolanews.com) memberikan informasi tentang permainan ini di Indonesia dan rangking di seluruh Nusantara. Informasi lebih lanjut tentang liga utama sepak bola lokal Persatuan Sepakbola Jayapura atau Persipura bisa ditemukan online ( www.go.to/persipura).

Pada cabang olahraga lain, orang-orang Papua juga telah mendapat sukses yang luar biasa apalagi dilihat adanya keterbatasan fasilitas latihan. Perwakilan Papua secara konsisten tampil dengan baik dalam kompetisi beladiri Pencak Silat pada tingkat regional Asia Tenggara (informasi lebih lanjut tentang olah raga ini lihat http://talio.homestead.com/History.html) dan pada Olimpiade 2000 Raema Lisa Rumbewas mememenangkan medali perak untuk kelas 48 kg pada angkat berat wanita (lihat rangking dia sekarang menurut ‘’International Weightlifting Database’’ di www.iat.uni-leipzig.de/scripts/dbweight.exe?site=5&SpID=21000043). Prestasi-prestasi tertentu menguatkan kebanggaan lokal dan tim olah raga seperti sepakbola bisa memberikan aktivitas yang penting bagi kelompok kaum muda Papua (seperti Yapikbi di http://rumsom.tripod.dom) dan gerakan pramuka sementara ini membantu menjembatani perbedaan etnis di antara kosmopolitan Papua (misalnya www.wpu-fe.faitweb.com/main.html). Olahraga juga tampil bersama kegiatan kebudayaan dalam kehidupan orang Papua yang hidup di mancanegara (lihat Olah Raga Papua (http://httpd.chello.nl/~r.kirihio untuk berita tentang olahraga di antara orang-orang Papua di Belanda).

Kebudayaan kontemporer Papua di luar negeri, kebudayaan Papua juga diwakili di luar negeri meskipun kecil dan menyebar di antara komunitas orang-orang Papua di pengasingan di Belanda, Papua New Guinea, Vanuatu, Australia. Belanda merupakan komunitas orang-orang Papua di luar negeri yang paling besar jumlah dan beberapa orang Belanda (untuk berbagai alasan ) menjaga hubungan atau perasaan sentimental terhadap komunitas dan budaya Papua. Hal ini tercermin dalam sejumlah kelompok budaya Papua di Belanda dan juga di kelompok-kelompok civil society (masyarakat warga) yang mendukung komunitas Papua di Papua. Arnold Ap Stichting (Yayasan Arnold Ap www.geocities.com/arnoldapfoundation) salah satu contoh organisasi yang berlandaskan budaya Papua di Belanda dan juga salah satu dari kelompok panggung yang dikelola the Sandiki Papuan yang mengelola homepage (www.geocities.com/sandiki_groep). Penampilan kelompok budaya Papua lain yang berbasis di Belanda termasuk kelompok tari Sampari (Sampari Dansgroep di http://home.planet.nl/~papu/Sampari.htm dan http://home.wanadoo.nl/sorong) Kelompok tari Korwari (Korwari Dansgroep di http://home.planet/~papu/Krwari.htm) dan musisi penyanyi Edo Kondologit (www.home.zonnet.nl/pauldin/music/edo.htm) yang juga mengelola homepage Pop Papua untuk musik Papua (http://home.planet.nl/%7Elokho029/Pop_Papua.htm). Musik yang lebih tradisional Papua seperti ‘’Wor’’ dari Pulau Biak telah diluncurkan dalam bentuk kaset ‘’lagu-lagu rakyat’’ di Institut Smithsonian (www.folkways.si.edu/40426.htm).

Campuran budaya kontemporer Papua

Sekarang ini budaya Papua dipengaruhi dan sebaliknya juga mempengaruhi bentuk ekspresi lintas batas desa dan kota Papua atau aktivitas dari orang-orang Papua di luar Papua. Sebagian besar dari pengaruh ini diperkirakan karena hubungan antara budaya Papua dan adanya pariwisata global dalam beberapa websites yang telah disebut sebelumnya (di bagian pariwisata). Campuran Budaya yang lebih tampak nyata dan dilakukan dengan sungguh-sungguh terlihat dalam karya beberapa penduduk Belanda artis tv maupun para musisi. Fons Bloemen (http://home.heenet.nl/f.bloemen/nook/in.htm) memiliki webpage tentang ‘kontak pertama” yang menampilkan ilustrasi dari buku seniman tersebut yang disertai teks dan gambar dari tiga abad eksplorasi bersama pantai Barat Daya Papua. Roy Villevoye pernah bekerja dengan beberapa tema yang unik dan menarik di antara orang-orang Papua di wilayah Asmat (lihat www.fassbendergallery.com/pvision/pvision98d.html, kunjungi juga ‘proyek seni’’ di Rijksmuseum voor Volkenkunde www.rmv.nl atau baca ringkasan karyanya di www.jong-holland.nl1-2001/summary1-2001.htm). Boris dan Cony (www.typ.nl/B&C) merupakan suatu jurnal gaya hidup dengan refleksi filosofis dan puitis tentang Papua dan orang-orang Papua yang ditulis oleh Jan Dietvorst, seorang artis/pembuat film Belanda lainnya yang telah menghabiskan waktu yang cukup lama di Asmat.

Karya seni lain yang diinspirasikan budaya Papua dan orang-orangnya adalah karya lukis Marjolein Kruijt untuk Festival Papua Barat yang diadakan di Den Haag tahun 1999 (www.geocities.com/Marjolein_Kruijt/wallpaintings_project.htm). Contoh lain yang kecil-kecil dari campuran budaya ini misalnya kartun yang bisa dimainkan untuk rekaman single The Dik Voor Mekaar Show (www.dedikvoormekaarshow.nl/pa-papoea.htm – kunjungi di sini jika anda ingin lebih dekat dengan browser anda). Toshi Kenzo Maidepa’s ‘’Papua Midi files’’ (musik elektronik yang simpel di www.geocities.com/siliconvalley/bay/33507) dan juga disarankan (tetapi tampaknya tidak ada ) pemberian dana atas nama Irian Jaya oleh pasangan musisi di Glasgow (http://hspun.com/ij.asp). Contoh jelas dari pengaruh campuran budaya Papua dengan teknologi internet bisa ditemukan di home page The Papua Nieuwegein (ID: http://home.planet.nl/~papu ) dengan elaborasi webpage yang bisa mencakup gambar, video dan bahkan permainan seperti ‘’bunu yamuk’’ (bunuh nyamuk). Akhirnya sebuah website baru mengumumkan The Morning Star Concert (Konser Bintang Pagi) yang sekarang tengah diorganisir oleh musisi Australia David Bridie. Konser ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran yang lebih besar di antara orang-orang Australia tentang Papu dan orang-orang Papua sendiri. Sejumlah musisi populer dan seniman panggung di Australia dengan sukarela memberikan waktu mereka untuk peristiwa ini. The Morning Star Concert akan diselenggarakan di Melbourne Februari 2003 (www.morningstarconcert.com)