Panduan anotasi pada 69 website maupun Homepage yang berhubungan dengan Papua dengan tema umum:

Manajemen Sumber daya, lingkungan dan pembangunan di Papua

Provinsi Papua memiliki luas tanah sekitar 422,000 kilometer persegi, merupakan wilayah dengan perbandingan sekitar satu banding lima dari total luas tanah di Indonesia. Perluasan tanah dan sumber daya laut telah memberikan persediaan makan secara tradisional kepada penduduk asli yang berbeda pada setiap daerah tetapi juga sedang mengalami tekanan dari perhutanan komersial, perikanan, dan eksploitasi tambang dan minyak, agribisnis (seperti perkebunan kelapa sawit), proyek pembangkit listrik tenaga air, migrasi dan urbanisasi. Meskipun sebagian besar persoalan ini telah mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun para pemerhati (aktivis), namun hal ini tetap saja sulit untuk mendapatkan informasi dari basis web yang jelas dan dapat dipercaya tentang proyek pengembangan sumber daya di Papua.

Beberapa kantor pemerintahan memiliki suatu peran sentral dalam memajukan semua pengembangan proyek besar di Papua, termasuk Badan Perencana Pembangunan Nasional (www.bappenas.go.id ), rekanan daerah provinsi yaitu Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda dan Kantor KAPET (Kawasan Pembangunan Terpadu) yang baru-baru ini dibentuk untuk pengembangan perekonomian regional secara terpadu (lihat www.geocities.com/indonesianet/index.html ). Ada 12 Kantor KAPET di berbagai bagian di Indonesia yang bertujuan untuk memfasilitasi penanaman modal asing dengan bekerja melalui berbagai departemen di pemerintahan seperti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (lihat www.beacukai.go.id dan www.indonesia.org.bn/org/indonesia/business/bus_guide.htm ). Kantor KAPET di luar kota Biak (kota utama di Pulau Biak) bertanggungjawab untuk mengkoordinasi pengembangan zona ekonomi Biak-Mimika, yang meliputi wilayah kontrak kerja Freeport Indonesia, pengembangan ladang gas alam Tangguh di Teluk Bintuni dan Proyek pembangkit listrik tenaga air Mamberamo yang besar-besaran. BAPPEDA dan KAPET juga bertanggung jawab untuk melakukan promosi terhadap pengembangan industri dan usaha lain di zona pengembangan Industri Biak dan seluruh wilayah Papua (lihat KAPET Biak-Mimika di www.cendrawasih.or.id )

Berikut ini merupakan daftar atau list dari sebagian besar masalah sumber daya yang paling utama di Papua. Sebagian webpage tentang permasalahan khusus dimasukkan dalam bagian ini, sementara yang berkaitan dengan situs LSM secara umum akan didiskusikan lebih lanjut di bagian LSM-LSM dan kampanye kesadaran internasional

Bendungan, tenaga listrik dan cekungan Sungai Mamberamo

Proyek Jalan Raya Trans-Papua bertujuan untuk menghubungkan Jayapura dengan Merauke dan juga menghubungkan Jayapura dengan kota sentral di dataran tinggi Wamena sebelum membelok ke barat menyeberangi wilayah pegunungan Danau Paniai menuju kota pantai Nabire. Sementara gunung-gunung yang kokoh yang menjadi interior Papua memberikan tantangan besar untuk pembangunan konstruksi jalan ini. Juga dilaporkan bahwa bahwa semua jembatan utama antara Jayapura dan Wamena telah diselesaikan dan bahwa kendaraan sekarang dapat menyeberang Sungai Idenburg yang luas. Sungai Idenburg merupakan salah satu dari sungai-sungai besar yang mengalir ke cekungan dataran rendah Mamberamo dan memberikan pasokan pada sungai Mamberamo yang sangat luas. Pada pertengahan tahun 1990-an, B.J. Habiabie waktu itu Menteri Riset dan Teknologi (www.ristek.go.id ), mempromosikan visinya tentang proyek Mamberamo melalui Badan Penerapan dan Pengembangan Teknologi (BPPT) www.bppt.go.id . Proposal ini melibatkan pembangunan bendungan Sungai Mamberamo untuk menciptakan proyek pembangkit tenaga listrik dari air yang sangat besar dan mampu memberikan pasokan listrik di seluruh Papua dan daerah sekitarnya ( lihat www.geocities.com/TheTropics/Island/4175).

Proyek ini meningkatkan gelombang protes di antara para aktivis lingkungan hidup dan aktivis lain, serta orang-orang yang yakin bahwa wilayah Mamberamo dan kelompok penduduk asli haruslah dilindungi terhadap dampak pembangunan seperti ini (lihat http://home.snafu.de/watchin/Mamberamo.htm dan www.insideindonesia.org/edit55/mamb.htm ). Hanya sedikit yang diketahui tentang keanekaragaman hayati dari dataran rendah Mamberamo maupun kehidupan penduduk asli, meskipun beberapa penelitian telah dilakukan oleh WWF dan konservasi Internasional (URL ini membahas lebih lanjut di bagian LSM/NGO). Sementara hanya ada sedikit laporan tentang proposal ini. Pada tahun 2001 Gubernur Jaap Salossa menyatakan bahwa proyek ini akan dilanjutkan. Sementara itu Perusahaan Listik Negara membentuk proyek percontohan untuk pembangkit tenaga listrik di wilayah dekat Wamena dengan bantuan AusAid (kerjasama dengan kontraktor Indonesia PT Wijaya Karya di www.wika.co.id ), merupakan kota utama di Papua yang terus mendapatkan pasokan listrik dari tenaga disel (lihat www.pln.go.id )

Perhutanan, Perikanan dan agrobisnis (termasuk Kelapa Sawit)

Perhutanan, perikanan (termasuk aquaculture ) dan agribisnis (seperti perkebunan kelapa sawit, coklat dan kopra) merupakan industri sumber alam yang paling signifikan di Papua dengan skala kecil dan menengah. Bisnis ini secara umum dilaksanakan oleh perusahaan Indonesia dan perusahaan asing yang bekerjasama dengan ijin dari pemerintah nasional di Jakarta, meskipun status hukum yang baru dari Peraturan Perundangan Otonomi khusus di Papua memungkinkan untuk melakukan perubahan dari waktu ke waktu. Hanya sedikit perusahaan pengambilan sumber daya yang bekerja di Papua memiliki tayangan web yang bisa dilihat. List di bawah ini tidak mengindikasikan jenis perusahaan di Papua seluruhnya tetapi setidaknya memberikan gambaran dari aktivitas tersebut di Papua.

Perhutanan

Pada sektor Perhutanan, Departemen Kehutanan ( www.dephut.go.id ) bertanggungjawab dalam mengatur sumber-sumber daya hutan di Papua dan juga memonitor dan melindungi beberapa cagar alam di provinsi ini. Kebanyakan bisnis yang terlibat dalam industri perkayuan di Papua merupakan anggota dari Timber Trade Networks seperti Indonesia Wood World Net ( www.iwwn.com ). Konglomerat sepert Korindo ( www.korindo.co.id ) dan Land and General (www.land-general.com ) melalui sub-kontrak kerja seperti PT Wapoga Mutiara Indonesia ( www.wapoga.com) memegang konsesi perkayuan untuk wilayah yang sangat luas di Papua seperti juga beberapa perusahan lain, meskipun sedikit yang bisa dipresentasikan dalam www. Salah satu cara untuk mengetahui lebih banyak tentang perusahaan perkayuan adalah dengan melihat website dari kelompok industri seperti Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (www.aphi-pusat.com atau daftar dari konsesi HPH dan pemegang konsesi HPH secara langsung pada www.aphi-pusat.com/members/hph-irian.htm ).

Perikanan dan Sumber daya air

Papua memiliki garis pantai yang luas, dan kaya akan kehidupan laut. Beberapa perusahan di Papua terlibat di sektor perikanan seperti PT Djayanti (juga terlibat dalam pengoperasian pengambilan hasil kehutanan dan perikanan di seluruh Papua), PT Usaha Mina (di Sorong) dan PT Biak Minajaya yang bergerak di bidang pengalengan ikan di Pulau Biak tidak memiliki website maupun informasi online tentang segala aktivitas mereka, juga perusahaan lain sejenis sangat terbatas. Hak konsesi perikanan diberikan oleh Departemen Kelautan dan Perikanan ( www.dkp.go.id ) dan pemberian persetujuan ini sangat kritis terhadap kesejahteraan bidang ekonomi di Papua dan keselamatan wilayah. Yang penting dari perjanjian di sektor perikanan ini digambarkan oleh suatu kunjungan dari Pemerintah Australia melalui the Australian Torres Strait Regional Authority pada pelaksanaan perikanan oleh PT Djayanti di Merauke ( www.tsra.gov.au/2499.pdf ).

Komersialisasi dari sumber daya kelautan telah didiversifikasi selama tahun-tahun terakhir dan memasukkan peternakan kerang permata oleh Atlas Pacific (www.atlaspacific.com.au) di Pulau Waigeo. Diversifikasi tertentu telah membuktikan bahwa selama puluhan tahun dalam dunia komersil di Papua telah menggunakan sistem sungai berair segar di mana sangat penting untuk transportasi, mengangkut kayu-kayu glondong (logging) dan dalam mempertahankan pasokan telur-telur baru yang penting untuk kelanjutan pelaksanan peternakan buaya yang sangat besar oleh PT Bintang Mas. Industri ini didirikan di Papua sebagai bagian dari Dana untuk Pengembangan Wilayah Irian Barat atau the Fund for the Development of West Irian (FUNDWI) pada akhir tahun 1960an. Informasi lebih lanjut mengenai peternakan buaya di Papua New Guinea (PNG) dan Papua bisa ditemukan pada website Food and Agriculture Organisation (www.fao.org/docrep/t8850E/t8850e05.htm )dan informasi umum tentang buaya di Papua dan di tempat lain di seluruh dunia tersedia melalui website dan newsletter dari the Crocodile Specialist Group (lihat www.flmnh.ufl.edu/natsci/HERPETOLOGY/NEWSLETTER/news204p75-79.htm

Agribisnis (termasuk perkebunan kelapa sawit, kakao dan kopra)

Tahun-tahun terakhir ini kelapa sawit menjadi agribisnis di Papua yang paling signifikan, dengan memberikan kontribusi pendapatan ekspor kepada pemerintah provinsi, tetapi juga dengan cepat menghabiskan lahan-lahan yang berhutan. Website seperti yang dimiliki anak perusahaan Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT SMART Tbk di http://207.158.227.254 ) memberikan beberapa indikasi dari penanaman modal bahwa konglomerat ini (dan juga konglomerat lain ) telah memajukan industri kelapa sawit, tetapi informasi dengan basis web tentang industri yang sangat penting ini masih tetap sangat terbatas. Meskipun demikian webpage yang mendokumentasi aspek dari bisnis di Papua masih eksis meskipun harus ditemukan secara tidak langsung. Keuangan untuk perkebunan kelapa sawit datang dari berbagai sumber, termasuk Dutch Banks ( www.focusonfinance.org/Dutchbanks.htm ), karena kelapa sawit adalah komoditi makanan utama.

Analisa pasar efektif sangat penting untuk peningkatan keuntungan dalam industri global ini, maka ada sejumlah laporan tentang sektor ini serta proyeksinya untuk konsumsi dan pemasaran di masa mendatang (misalnya lihat www.arabis.org ). Peduli dengan dampak sosial maupun lingkungan dari industri ini di Indonesia, menyebabkan adanya pembentukan Sawit Watch (www.sawitwatch.org) dan telah memberikan pengaruh dengan menulis artikel yang sangat kritis tentang industri dan aktivitasnya di Indonesia (www.insideindonesia.org/edit58/wakker.htm)

Eksplorasi dan Pengambilan Hasil Tambang dan Mineral (termasuk Freeport dan BHP-Billiton)

Meskipun ada sedikit proyek aktual di Papua sekarang ini, ada persepsi yang menyebar di Papua dan seluruh Indonesia bahwa provinsi ini kaya mineral. Sementara eksplorasi oleh perusahaan tambang seperti PT Freeport Indonesia dan PT Inco (www.inco.com ) yang agak lebih luas eksplorasi geologinya memakan waktu yang lama, memberikan persoalan terhadap alam dan menuntut lahan yang sangat luas. Meskipun demikian, jika secara geologis berdekatan dengan Papua New Guinea merupakan indikator yang dapat dipercaya, hal ini tampaknya sama secara signifikan dengan apa yang akan terjadi di masa mendatang pada proyek sumber daya mineral di Papua

Badan pemerintahan pusat yang bertanggung jawab untuk eksploitasi tambang dan mineral di Indonesia adalah Departemen Pertambangan dan Energi ( www.dpe.go.id ). Situs lain seperti portal the Indonesian Mining Association (www.miningindo.com ), portal the Australian Mining Industry (www.reflection.com.au/MiningandExploration/index.html ), website dari the Indonesian pages of the Mining Technology (www.mining-technology.com/industry/indonesia.html) dan banyak lagi situs portal tambang yang sifatnya lebih umum seperti Infomine (www.infomine.com) yang memiliki semua informasi tentang para pemain dalam industri tambang di Papua. Informasi yang lebih umum lagi adalah situs dari Minerals, Mining dan Sustainable Development atau Mineral, Tambang dan Pembangunan berkelanjutan (www.iied.org/mmsd ). Berikut ini adalah webpage yang berhubungan dengan dua perusahan tambang terbesar di Papua yaitu Freeport Indonesia yang beroperasi di Tembagapura dan BHP-Billiton yang memiliki proyek di Pulau Gag.

Freeport-Indonesia

PT Freeport Indonesai adalah anak perusahaan dari Freeport McMoran Copper and Gold dengan kantor pusatnya di New Orleans, Amerika Serikat (www.fex.com ). Perusahaan ini memiliki website yang luas, dan dengan panduan yang sangat mudah sekalipun melalui pencarian lokal dengan kata kunci seperti ‘’Grasberg’’, ‘’Ertsberg’’, ‘’Tembagapura’’, ‘’Timika’’ , ‘’ Kuala Kencana’’ bisa menarik informasi yang khusus secara lebih cepat. Sementara itu PT Freeport memiliki sekaligus bisnis induk yang paling besar berkaitan dengan pengoperasian tambang di Papua selama bertahun-tahun, sekarang mempercayakan pada kontraktor atau perusahaan dengan afiliasi untuk sebagian besar operasinya.

Konsultan lingkungan Hatfindo (www.hatfindo.com) telah bekerja dalam jangka waktu yang lama dengan Freeport dan memiliki informasi tentang kerja survey keanekaragaman hayati untuk online perusahaan ini (www.hatfieldgroup.com/featured/bio.htm ). Airfast sebuah perusahaan kontraktor Freeport di Indonesia (www.airfastindonesia.com ) dan informasi tentang kontraktor lainnya bisa ditemukan pada website maupun situs pencari dengan kata kunci seperti daftar di atas. Beberapa insight ke dalam kehidupan para ekspatriat di kota Freeport atau Kuala Kencana dekat Timika dapat ditemukan di website ekspatriat di Indonesia (www.expat.or.id/info/kualakencana.html dan Kuala Kencana Ladies Club http://tembagapura.com atau http://communities.msn.com/LadiesofKualaKencana ). Sebuah bibliografi utama yang luas suatu tulisan berkaitan dengan Freeport (hingga tahun 1998) tersedia di online melalui Proyek Manajemen Sumber Daya di Asia Pasifik di Autralian National University (http://rspas.anu.edu.au/rmap/Pages/Textonline/Biblio_ij.html )

Proyek BHP-Billiton di Pulau Gag

Ini adalah pemegang konsesi besar lepas pantai dari pulau di Papua New Guinea di Papua. Sementara ini proyek ini mereupakan dalam taraf awal pengembangan, ada banyak informasi tersedia tentang perusahaan dalam web dari sebuah partner proyek, PT. Aneka Tambang (www.antam.com/Development/JV/ptgag.htm) dan laporan tentang lingkungan (http://envcommreport.bhp.com/Planning/gag-island.html ) juga tersedia informasi mengenai BHP-Billiton di website (www.bhpbilliton.com ). AAR sebuah kantor hukum yang mewakiliki BHP-Billiton dalam negosiasi Pulau Gag (www.aar.com.au/services/resources/experience.htm ) sementara staf karyawan BHP-Billiton telah mendapatkan penghargaan atas keterlibatan mereka dalam proyek ini akhir-akhir ini (http://hsec.bhpbilliton.amm.com.au/HSECAwards/community.html ). Latar belakang laporan tentang industri nikel dunia dapt ditemukan dengan mencari di website United States Geological Survey (http://minerals.usgs.gov/minerals) sementara informasi khusus lain tentang proyek Pulau Gag dapat ditemekan pada website Mines and Communities (www.minesandcommunities.org/Country/gagislandl.htm)

Eksplorasi dan Penambangan Minyak dan gas (termasuk proyek Tangguh dari BP)

Eksplorasi dan Penambangan Minyak di Papua dimulai awal abad lalu dengan aktivitas dari beberapa perusahaan minyak Belanda, termasuk Netherlands New Guinea Petroleum Company (baca sebuah alamat websiste yang bekerja dengan perusahaan ini di http://members.tripodnet.nl/FotoRik/nngpm.htm ). Ekplorasi dan penambangan minyak ini dan yang kemudian secara, khususnya di Kepala Burung Papua, telah mendorong pertumbuhan secara cepat kota Sorong dan ada kecenderungan untuk terus berlanjut dengan adanya penemuan cadangan gas alam yang besar di Teluk Bintuni (secara umum dikatakan sebagai Proyek Gas Tangguh). Pertamina, Perusahan Negara Minyak dan Gas Indonesia (www.pertamina.co.id) memiliki peran inti dalam hal ini dan juga dalam proyek-peroyek terkait. Penjelasan tentang peraturan perundang-undangan pemerintah mengenai lingkungan untuk proyek-proyek seperti ini dapat ditemukan secara online (lihat www.esembassyjakarta.org/petroleum/bab-l.pdf ). Sebagian Perusahaan multinasional terbesar terlibat dalam eksplorasi dan penambangan minyak dan gas di Papua termasuk Conoco (www.conoco.com) dan BP (dulu British Petroleum) dan partner joint venture (kerjasama) dalam Proyek Gas Tangguh di Teluk Bintuni di pantai barat Papua (wilayah Kepala Burung)

Proyek Gas Tangguh

Website resmi dari BP Amoco (www.bp.com) memiliki beberapa informasi tentang proyek joint venture pada Proyek Tangguh di mana dapat ditemukan dengan menggunakan sistem pencari lokal. Beberapa sumber berita terdaftar dalam bagian ‘’Berita’’ dari www-vl (www.papuaweb.org/vl/www/02.html ) juga berisi informasi terkini tentang pengembangan di Tangguh (dengan menggunakan sistem pencari lokal pada situs seperti www.feer.com ). Jika anda ingin mempelajari lebih banyak lagi, gunakan beberapa nama dan lokasi ladang gas dari teks berikut sebagai kata kunci untuk mencari di web:

 ‘’Tahun ini melihat bersatunya beberapa pemain terbesar dalam industri energi di Indonesia yaitu : BP Amoco, ARCO dan Castrol. Dengan BP Amoco dan ARCO akhirnya merger pada bulan April dan menyusul integrasi Castrol 3 bulan kemudian, ‘’BP’’ yang baru meluncurkan jati dirinya yang baru pada bulan Juli 2000. BP adalah salah satu dari investor asing terbesar di Indoensia dan pemasok terbesar untuk pasar di Jawa. Proyek BP terbesar di Indonesia adalah di Tangguh, proyek LNG (Liquid Natural Gas atau Alam Cair) kelas dunia dengan pembuktian cadangan gas alam sebesar 14.4 TCF (Trillion cubic feet) dan kemungkinan cadangan tambahan sebesar 3.9 TCF. Proyek Gas Alam Cair Tangguh berisi tiga blok PSC ( Production Sharing Contract) yaitu Wiriagar, Berau dan Muturi. BP(dengan 80 persen) dan Kanematsu (20 persensecara bersama memiliki Wiriagar. Di Berau 48 persen dimiliki BP, 17.1 persen oleh Nippon oil, 12 persen oleh Kanematsu dan 22.9 ppersen oleh Occidental Petroleum. BG Malaysia’s Genting Bhd, memiliki 45 persen dan Nisho Iwai memegang sisanya, 5 persen..’’ (kutip www.usembassyjakarta.org/econ/petro-toe.html )

Manajemen Taman Nasional di Papua

Papua adalah wilayah yang paling beraneka ragam di dunia dan untuk alasan ini Taman-Taman Nasional menjadi salah satu sumber daya alam yang palign signifikan di Provinsi bahkan jika nilai komerisal langsung tidak terjadi. Pembentukan, monitoring dan perlindungan dari Taman Nasional di Indonesia merupakan tanggungjawab dari Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, sebuah bagian dari Departemen Hutan dan Tanaman Pangan (www2.bonet.co.id/dephut/phpa.htm ). Peta dan rincian tentang Taman-taman Nasional di Papua bisa ditemukan di homepage Ed Colijn (http://users.bart.nl/~edcolijn/irian.html ) yang juga memiliki kekayaan akan informasi lain seputar lingkungan alam di Papua. Wilayah cagar alam yang paling utama di Papua adalah Lorentz World Heritage Site (www.unesco.org/whe/sites/955.htm ) yang diluncurkan tahun 1999. Taman Nasional lain yang cukup berarti adalah di Wasur (lihat informasi tentang Wasur di The Wetlands Database www.wetlands.or.id/irj20.htm ) dan Taman Laut Nasional Teluk Cenderawasih. Lihat lebih jauh tentang hal ini dan tentang Taman Nasional lain di website the Natural Resource Management, suatu proyek kolaborasi antara USAID dan Pemerintah Indonesia (www.nrm.or.id ). Informasi yang lebih banyak tentang taman-taman nasional ini bisa ditemukan di website WWF Indonesia, WWF Sahul and Conservation Internasional (daftarnya terdapat di bagian NGO/LSM Lingkungan dari www-vl)

Bisnis lain di Papua

Ada sejumlah minat bisnis dan aktivitas lain di Papua. Beberapa di antaranya memiliki tampilan di web dan sangat bergantung pada bisnis yang bekaitan dengan perusahaan perusahaan di bagian Indonesia lainnya. Salah satu tempat yang paling mudah dan sangat bisa diakses secara publik untuk melihat informasi tenang bisnis di Indonesia adalah di Indonesian Stock Exchange (www.indoexchange.com ). Ada juga direktori yang disiapkan oleh asosiasi bisnis dan perusahaan dan bahkan beberapa paket CD-ROM (misalnya www.disb2b.com )yang tersedia dengan informasi yang sangat luas tentang ativitas bisnis di seluruh negeri ini. Lingkaran bisnis internasional juga mendorong antara Indonesia dan Australia melalui konsep seperti Australia Indonesia Development Area dan direktori bisinisnya di Indonesia. AIDA direktori memiliki daftar pendek dari online bisnis Papua (www.aidabusinessdirektori.com ). Informasi tambahan tentang bisnis di Papua dapat juga ditemukan melalui web pencari dari perusahaan-perusahaan Indonesia yang beroperasi di provisni ini seperti PT Djajanti. Bisnis di Papua dengan representasi di web termasuk Indoprima Jayapura, sebuah pemasok komputer dan penyelenggara portal theInfo Papua (www.infopapua.com ) dan salah satu bank terbesar di Papua yaitu Bank Pembangunan Daerah (www.bpdirianjaya.com ). Departemen Perindustrian dan Perdagangan (www.dprin.go.id memiliki tanggung jawab mempromosikan hubungan bisnis di Papua dan seluruh Indonesia

Kembali ke daftar isi